anak, imajinasi, cerpen

AES03: Taman Peri

jeanindyapenulis arsip2

Siang itu, aku melihat seorang manusia sedang asyik menyusun ranting, batu, daun dan buah pinus. Aku penasaran, apa ya yang dia buat? Lalu kudengar ia berbicara pada seorang manusia lainnya.

"Ini namanya Taman Peri, bun." katanya pada manusia yang badannya lebih besar. "Sebuah taman peri, untuk para peri kecil beristirahat."

Aku tersenyum gembira mendengarnya. Aku membayangkan pasti menyenangkan bermain di situ....

Tak lama, manusia-manusia itu pergi, dan aku pun langsung menuju sebuah tempat mirip saung yang beratap daun. Adem sekali di sini..

Aku langsung merebahkan diri sambil melamun. Nanti aku akan mengajak beberapa teman ke sini. Beristirahat sambil menyeruput es embun pertama.

Tahukah kamu? Es embun pertama itu minuman terbaik di dunia peri! Kesegarannya tiada dua! Rasa air embun berbeda dengan air hujan. Air hujan rasanya sedikit lebih pekat ketimbang air embun. Apalagi embun yang pertama kali jatuh. Hmmm..

Di saung itu aku juga mengistirahatkan sayap-sayap kecilku. Kasihan sayapku, sudah seharian mereka membawaku terbang berkeliling memeriksa para kepompong.

Tugasku di dunia peri ini, adalah memeriksa semua yang berhubungan dengan cangkang. Misalnya, memastikan para ulat menutup kepompongnya dengan sempurna sebelum memulai tidur panjang. Pernah terjadi, seekor nyonya ulat hijau lupa menutup resleting kepompong bagian atas. Dan dia sudah tertidur pulas! Sepertinya itu sepele, tapi bila kelompok semut menemukan celah itu, mereka tak ragu untuk masuk dan memakannya! Sedih sekali, bukan? Mungkin itu seperti lupa menutup rapat pintu rumahmu. 


Tiap hari aku juga menyapa para siput kecil, menayakan apakah mereka butuh bantuan dengan cangkang mereka. Seringnya sih, cangkang mereka sedikit retak karena tumbukan. Berbincang dengan para siput itu menyenangkan sekali! Mereka tak marah walau semua binatang (dan peri) mengatakan mereka hewan yang lambat. Dari para siput ini aku belajar tentang ketabahan dan kesabaran. Mereka tidak pernah mengeluh walau jalan yang ditempuh sangat panjang (yang oleh hewan lain dapat ditempuh dalam waktu sekejap). 

Tapi dari semua tugasku, aku paling suka menemani tuan tonggeret melepaskan diri dari cangkangnya. Karena saat proses ini terjadi, mereka selalu bersenandung. Nada lagunya berirama riang, dan ikut membuat semua yang mendengarnya ikut merasa gembira. Tuan tonggeret bilang, momen itu selalu mereka nantikan, karena itu tandanya mereka sudah dewasa. Ya, mungkin sama seperti kau dapat baju baru di hari ulang tahunmu. Menyenangkan bukan?


Ah, nyaman sekali berstirahat di sini, aku jadi bisa mengingat hal-hal menyenangkan di hari ini. Terima kasih untuk taman perinya... 

(terinspirasi dari taman peri buatan Una) 26032022

Komentar (1)

Andy Sutioso

Wah sudah ada 2 tulisan baru kak MJ sejak bincang2 kita di Sabtu lalu. Nuhuun pisan kontribusinya untuk narasi kolektif Warga Smipa.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

Perjalanan

AES07 Catatan Perjalanan

Saat memegang kedua buku ini, saya membayangkan sedang memegang sebuah koper berisi kenangan. Di dalamnya tersusun rapi - tak hanya pengalaman - tapi juga memori, pemaknaan, rasa senang, syukur, haru, kesal, dan masih banyak lagi. Ibarat orang sedang berkemas, saat sedang menyusun buku ini, saya me…

jeanindya60
Anak, Pendidikan

AES06 Emang di Sekolah Ngga Diajarin?

Hari Minggu lalu, seperti biasa, saya dan anak-anak menghabiskan waktu di Cicadas, rumah Amah (nenek). Cicadas adalah salah satu wilayah terpadat di Kota Bandung. Dan di sini kita masih bisa menemukan aneka 'hiburan rakyat' seperti becak mini, kuda lumping, sampai topeng monyet. Sore itu, sepasang…

jeanindya20
AtomicEssay, tentang menulis

AES05: Tentang Menulis

Sekitar tahun 2010, saya sering diminta berbagi tentang menulis (membuat tulisan) di organisasi. Bukan, bukan karena tulisan saya bagus, inspiratif, atau apa. Alasannya sangat sederhana, karena saat itu profesi saya adalah seorang wartawan, tidak lebih. Di momen itu saya ingat sering sekali menyamp…

jeanindya21