Atomic Essay Smipa

AES031: Maklum

haegenquinstonpenulis arsip2

Memaklumi adalah; untuk mengerti, untuk dipahami, untuk menyatakan toleransi terhadap sesuatu yang telah terjadi, dan dapat dimengerti. Jika ada seseorang yang memaklumi, artinya orang tersebut memahami betul mengenai perasaan atau kondisi yang dialami lawan bicara. Misalnya, memaklumi perasaan seseorang yang sedang mengalami kesulitan, memaklumi keterlambatan ataupun masalah yang terjadi. Sehingga, maklum juga bisa diartikan sebagai 'toleransi' dalam mengerti.

Dalam memaklumi, tentu ada aspek pertimbangan yang perlu dimengerti. Kalau pertimbangannya keras (strict), bahkan secara perasaan sudah tidak ada, sekalinya mengikuti apapun standarnya maka harus seperti itu. Misalnya, tidak boleh telat kerja ataupun sekolah. Bahkan segelintir apapun alasannya, tetap saja tidak ada pemakluman untuk hal-hal standarisasi seperti itu. Karena sudah terjadwalkan dan pasti, makanya apapun yang bukan hal ekstrem yang terjadi, tidak dimaklumi dan ditolerir.

Sementara, dalam keseharian. terdapat lumayan banyak hal yang dapat dimaklumi. Hal-hal yang memiliki standar tertentu, mungkin tidak terlalu penting, dan alasannya bisa kuat. Misalnya, keluar dari rutinitas membereskan ranjang biasanya. Karena pagi-pagi sudah nyaris telat untuk masuk dan mengikuti kegiatan sekolah. itu masih bisa dimaklumi, yang penting memakluminya yaitu dengan menundanya, bukannya tidak mengerjakannya sama sekali. 

Sementara, contoh lainnya yang dapat ditoleransi adalah izin untuk tidak masuk dalam kegiatan sekolah. Misalnya, izin karena vaksin; izin karena sakit; bahkan izin karena keperluan keluarga. Kalau izin untuk liburan, bukan izin namanya. Itu malahan seenaknya dan 'keluar dari rel'. Sehingga, maklum pun ada batasannya. Batasan seperti apa, hanya masing-masing dari kita yang menentukan. Apapun batasannya, kita yang harus pertimbangkan sendiri. Jangan sampai memaklumi dan menaruh pengertian kepada yang seharusnya tidak, dan jangan juga sebaliknya. Karena dengan adanya keseimbangan, kita bisa lebih saling mengerti.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

Atomic Essay Smipa

AES153: Tapi

Tapi adalah kata yang bersifat pengecualian, perputaran 180 derajat, dan merupakan sedikit kebalikan dari pernyataan sebelumnya. Tapi adalah kata yang sering kita pakai, sebagai alasan, sebagai pengecualian, dan berasal dari sudut pandang berbeda. Misalnya, ada pernyataan seperti ini: Tentara Rusia…

haegenquinston20
Atomic Essay Smipa

AES033: Panutan

Orang-orang kebanyakan memiliki orang lain di hidupnya, yang menjadi standar dan inspirasi dalam gaya hidupnya. Misalnya, inspirasinya yaitu seorang tokoh aktivis politik. Atau mungkin, vlogger youtube mengenai pola hidup sehat. Apapun itu, sudah pasti ada hal positif yang bisa ditiru dan diterapka…

haegenquinston00
Atomic Essay Smipa

AES023: Barbarossa

Kali ini aku ingin menceritakan mengenai Perang Dunia 2. Latar Belakangnya: aku suka sejarah. Yang aku ceritakan adalah mengenai suatu operasi besar yang diluncurkan di tengah perang, mengakibatkan kekalahan dan kemenangan. Memerlukan strategi yang baik untuk memanangkan suatu pertempuran, dengan m…

haegenquinston00