Atomic Essay

AES04 PENDIDIKAN DAN SOCIETY 5.0

ikwigunapenulis arsip2

Pada 21 Januari 2019, pemerintah Jepang memperkenalkan Society 5.0 sebagai resolusi atas Revolusi Industri 4.0. Konsep ini memungkinkan kita menggunakan ilmu pengetahuan yang berbasis modern (AI, Robot, IoT) untuk kebutuhan manusia dengan tujuan agar manusia dapat hidup dengan nyaman. Dalam konsep Society 5.0,  fokus utama pada manusianya, bukan teknologinya. Semua teknologi adalah bagian dari manusia itu sendiri, internet bukan hanya digunakan untuk sekedar berbagi informasi melainkan untuk menjalani kehidupan. Manusia senantiasa diharapkan mampu menciptakan nilai baru melalui perkembangan teknologi dan dapat meminimalisir kesenjangan pada manusia dan masalah ekonomi dikemudian hari.

Pendidikan sebagai faktor kunci dalam penyiapan SDM yang unggul, mandiri, dan berintegritas juga perlu melakukan banyak perubahan paradigma pada era Society 5.0 ini. Pendidikan hendaknya menjadi penginspirasi bagi tumbuhnya kreativitas peserta didik. Pendidik berperan sebagai fasilitator, tutor, penginspirasi, dan motivator bagi peserta didik. Terciptanya pendidikan yang berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia melalu proses “Merdeka Belajar”.

“Untuk menjawab tantangan Society 5.0, dunia pendidikan memerlukan kecakapan hidup yang dikenal dengan istilah 4C (Creativity, Critical Thingking, Communication, Collaboration). Siswa-siswa diharapkan memiliki kemampuan 6 Literasi Dasar (literasi numerasi, literasi sains, literasi informasi, literasi finansial, literasi budaya dan kewarganegaraan). Tidak hanya literasi dasar namun juga memiliki kompetensi lainnya yaitu mampu berpikir kritis, bernalar, kretatif, berkomunikasi, kolaborasi serta memiliki kemampuan problem solving. Demikian berbagai sumber menekankan tentang hal ini.

Konsep Society 5.0 dibuat sebagai antisipasi dari gejolak disrupsi akibat Revolusi Industri 4.0, yang menyebabkan ketidakpastian yang kompleks dan ambigu (VUCA). Dikhawatirkan invansi tersebut dapat menggerus nilai-nilai dan karakter luhur kemanusiaan yang dipertahankan selama ini. Pelajar yang diharap di masa depan adalah pelajar yang mencerminkan profil seperti rasa ingin tahu yang tinggi, berinisiatif, gigih, mudah beradaptasi, memiliki jiwa kepemimpinan, memiliki kepedulian sosial dan budaya, serta yang terpenting memiliki perilaku (karakter) yang luhur.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

Atomic Essay

PENDIDIKAN MENURUT JIDDU KRISHNAMURTI

Jiddu Krishnamurti adalah seorang filsuf, pembicara, dan penulis asal India yang terkenal karena ajarannya tentang kebebasan pribadi, kesadaran, dan pemahaman diri. Krishnamurti dilahirkan pada tahun 1895 di Madanapalle, India, dan sejak usia muda, ia diidentifikasi sebagai calon pemimpin spiritual…

ikwiguna30
Atomic Essay

MANFAAT BERKEGIATAN SENI DAN BUDAYA BAGI SISWA

Mengikuti kegiatan seni dan budaya turut mempengaruhi kesuksesan pendidikan siswa. Kegiatan seni dan budaya, meskipun sering dianggap sebagai kegiatan tambahan atau ekstrakurikuler, sebenarnya memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan akademik, sosial, dan emosional siswa. Seni da…

ikwiguna60
Atomic Essay

AES014 PENDIDIKAN DALAM KHASANAH SASTRA NUSANTARA

Dalam khasanah sastra nusantara, pendidikan anak-anak mencakup bimbingan moral, spiritual, dan intelektual yang dimulai sejak usia dini. Berdasarkan teks yang berisi panduan etika dan kebijaksanaan, tahapan pendidikan anak-anak memiliki beberapa fase penting yang terbagi dalam beberapa jenjang. Pad…

ikwiguna20