AtomicEssay

AES041 Gratitude

yulitjahyadipenulis arsip3

Kutempelkan telapak tanganku pada keningku dan sejenak mata terpejam, kutarik napas dalam perlahan lalu kulepaskan lambat-lambat. Sementara waktu kuijinkan diriku melembut dan melambat bersama napas.

Segera setelah masuk ke dalam, kuturunkan telapakku dari kening, dan mulai berkelana dalam gelap nan hening, bersiap menyusuri setiap relung diri bersama napasku saja. 

Telapak tanganku kali ini berpindah ke tengah dada, dengan saling bertumpuk kumulai membawa perhatianku pada tubuhku yang bernapas lewat sensasi di area itu.

Lalu perlahan kuamati tubuhku, kutemukan  ada yang berbeda antara saat telapak tangan kiri yang menempel di dada, di bawah telapak tangan kanan dan sebaliknya. 

Napasku seolah idle saat telapak tangan kanan yang menempel ke dada, badanku tak mau mengembang terisi napas dan seperti menahan napas dengan napas yang begitu tipis. Apakah gerangan ini? pikirku. Lalu aku bertanya pada diriku sendiri, 'Mengapa?'

Lalu seolah memberi jawaban, kedua bahuku seperti ditarik turun begitu pula sisi depan leher. Daguku perlahan menjauh ke atas dan tanganku pun terlepas dari tumpukannya lalu merentang jauh ke samping sejajar bahuku. 

Segera tarikan napas dalam terjadi, lalu kedua bahuku pun perlahan ikut memutar ke arah luar beserta seluruh lenganku. Kepalaku kian tengadah turut meluaskan area depan tubuhku. Di saat melepas napas, tanganku pun terlepas dari rentangannya untuk segera memeluk diriku sendiri. Beberapa saat lamanya telapak tanganku menumpang di bahu, badanku bergoyang memutar perlahan seolah benar sedang menikmati sebuah pelukan.

Seperti cukup dengan menyayangi diri, tanganku kembali terlepas dan segera saling menangkup, kedua telapaku bertemu dengan ibu jari menyentuh keningku. Syukur pun segera terlambung dalam anjali mudra. Satu sikap tubuh yang menandakan rasa syukur dan penghormatan atas momen ini.

Sesudahnya kuambil kotak berwarna ungu di antara deretan kotak di atas mejaku, lalu kuambil satu kartu secara acak dari tumpukan kartu di dalam kotak itu, dan inilah tulisan di kartu itu.

Gratitude, Find just one thing that you feel grateful for right now and let gratitude pour through your body. It's healing balm, like the warmth of the sun.

Ternyata susah untuk menyebut satu saja hal yang disyukuri saat ini, karena rasanya bisa tersebutkan begitu banyak hal, namun akhirnya terpilih satu yaitu napasku, dan aku baru saja selesai merawat diriku.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES063 Hari yang Menyenangkan

Saat hari ini teman-teman ngumpul di pendopo AES, aku yang sedang dalam perjalanan menuju Karmel pun ikut menulis. Memang hanya menambah dan menyempurnakan draf tulisan yang kubuat 3 malam sebelumnya di saat susah tidur karena isi kepala yang penuh dan butuh dikeluarkan. Tulisan itu adalah ringkasa…

yulitjahyadi30
AtomicEssay

AES048 Blockage

Berhasil menemukan setelah mencari, pertama-tama pastinya membawa kelegaan. Bagai beralih dari moda simpatetik ke parasimpatetik, seketika kelegaan itu seperti menciptakan ruang yang segera teraliri sesuatu sehingga memberi kenyamanan. Baru saja pengalaman itu hadir setelah sejak pagi nyeri di peru…

yulitjahyadi20
AtomicEssay

AES037 Thank You, I love You

Aku percaya bahwa sentuhan memiliki daya penyembuh. Coba saja letakkan telapak tangan kiri di tengah dada, pejamkan mata, lalu tarik seluruh perhatian masuk, lepaskan sejenak apapun yang ada di luar dirimu dan alihkan ke telapak tangan kiri yang menempel di dada. Apa yang dirasakan? Apa yang disada…

yulitjahyadi40