AES05 - Setelah POT, Terbitlah AES

feranandinipenulis arsip2

Setelah POT, terbitlah AES.. hehe..

Meskipun AES ini sedikit terlambat terbit karena setelah POT ada FestLit yang seru sekali, jadilah tulisan ini sedikit tertunda. Tidak apa lah ya..siapa tahu bisa jadi pengingat lagi setelah 1 minggu berlalu laughing-1
POT hari Sabtu, 1 November 2025 kemarin ini sungguh menarik sekali. Banyak insight-insight yang berseliweran di kepala dan saya pikir sebaiknya dituliskan sekalian saja di AES sebelum terlupa. Materi POT kemarin menjelaskan tentang generasi-generasi, mulai dari generasi baby boomers, Millenials, Gen Z dan juga Gen Alpha. Kondisi politik, ekonomi dan sosial dunia mempengaruhi karakteristik tiap generasi dan juga cara pola asuh mereka sebagai orang tua. Ketika saya mendengar pemaparan tentang itu, hal yang langsung terpikir oleh saya adalah: wow! banyak sekali PR para Millenial parents yaa.. relieved Para millenials parents yang dibesarkan oleh para baby boomers dengan tough love-nya harus memutus banyak rantai untuk bisa mendidik para Gen Z atau Gen Alpha sesuai zamannya, yang mana pola asuh Boomers yang diterima oleh Millenials ini sudah tidak sepenuhnya relevan untuk para “anak jaman now”. Para Milenial yang mungkin tidak pernah terbiasa diajak mengobrol oleh ortu boomers-nya, harus keluar dari zona nyaman untuk membiasakan diri mengajak diskusi anak-anak Gen Z dan Gen Alpha-nya karena karakteristik anak-anak jaman now yang lebih penasaran, lebih kritis dan lebih berani mengungkapkan pendapat. Millenial Parents terkadang perlu memberi pengertian kepada para kakek-nenek boomers mengenai kenapa kok cucu-nya tidak “senurut” anak jaman dulu, sambil harus menanggapi obrolan anak-anaknya tentang anime, manga, dan juga ikut menghafal lagu-lagu Kpop Demon Hunters laughing-1 Semangat yaaa Millenials Parents.. semoga selalu diberikan kesabaran, kekuatan, dan kemudahan buat kita. Oleh karena itu, di sini lah berkesadaran itu diperlukan dalam mendampingi anak. Orang tua perlu sadar siapa sih dirinya? Apa yang membentuk dirinya hingga menjadi seperti ini? Kembali ke akar.. kembali ke fitrah. Orang tua justru perlu lebih banyak menggunakan hatinya. Agar nantinya diharapkan bisa memunculkan rasa empati pada anak, yang mana rasa tersebut sudah terasa asing sekali di jaman sekarang ini. Segini dulu saja deh ya tulisan tentang POT-nya..masih ada hal lain dari POT yang mau dibahas sebenarnya. Tapi sepertinya di tulisan berikutnya saja..insya Allah. hehe..

Komentar (1)

Murdeani

Ditunggu berikut2nya....

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

Attomic Essay

AES07 Terima Kasih

Semalam, tukang kebun di rumah menyerahkan satu plastik alpukat. Wah, alhamdulillah..baru panen nih.Jadinya, pagi ini saya menyiapkan sandwich isi alpukat dan telur. Merasa senang dan puas sudah bisa menyiapkan sarapan sehat untuk anak-anak. Yah, setidaknya asupan karbo, protein dan lemak baik terp…

feranandini43
Attomic Essay

AES06 Introvert dan Extrovert

Suatu hari, ketika anak-anak KPB selesai menyelenggarakan pertunjukan drama musikal Jas Merah, salah seorang orang tua murid Smipa mendatangi saya dan berkata, “Bu, anak-anaknya pada naik panggung semua yaa…” Beliau berkata seperti itu karena memang di pertunjukan itu, anak pertama kami (Alfie) uju…

feranandini54

AES04 - Best In Me

"Cause you bring out the best in me..like no one else can do. That's why I'm by your side.. That's why I love you" (Best In Me - Blue)Millenials mungkin tidak asing dengan lagu di atas. Lagu yang dinyanyikan oleh boy band asal Inggris, Blue.Ketika saya yang masih remaja mendengar lagu itu, yang ada…

feranandini40