AtomicEssay

AES05 Yakin ada kesempatan berikutnya?

Diki Muhammad Noorpenulis arsip2

Dalam keseharian, terutama dalam mendampingi proses belajar dan bertumbuh anak mungkin kita sering mendengar ungkapan, ’keun weh cenah ngarasakeun pangalaman’. Biarkan anak mengalami terlebih dahulu, biar mereka sadar akan dampak yang ditimbulkan atau dirasakan dari proses belajarnya. Tapi, apakah kita hanya membebaskan begitu saja, seolah-olah membiarkan berjalan secara alamiah tanpa proses fasilitasi yang memadai sesuai dengan tahapan usia anak.

Seorang fasilitator perlu memberikan ruang-ruang pertimbangan yang matang agar respons yang anak munculkan sesuai dengan tujuan, atau saat tidak sesuai pun masih dalam batas toleransi. Terutama ketika proses/rangkaian pembelajaran yang dijalankan ada kemungkinan berdampak terhadap orang lain. Dalam proses belajar tersebut juga bukan berarti mensterilkan, sehingga memberikan ruang aman dan nyaman yang tentu tidak mendorong pertumbuhan dan perkembangan potensi fitrahnya. Apabila hal ini tidak dilakukan, kebaikan proses belajar itu sendiri tidak akan tercapai.

Di sisi lain, apabila kita membiarkan begitu saja anak berproses secara alamiah, sejauh mana kita tahu bahwa anak tersebut akan mendapatkan kesempatan pembelajaran berikutnya? Apakah kita tahu tentang hal yang masih menjadi misteri karena bergantung kehendakNya, yakni tentang umur/kesempatan? Karena terkadang dalam keseharian kita memunculkan kecenderungan membiarkan anak berproses dengan sendirinya dengan alasan biar jadi pengalaman hidup, meskipun pengalaman tersebut adalah hal yang buruk. Padahal seharusnya, kita memberikan pengalaman hidup yang sebaik-baiknya atau bermakna, sehingga memberikan manfaat buat diri dan lingkungannya. Jangan sampai kita punya anggapan dan merasa paling tahu bahwa umur kita dan anak akan panjang, sehingga di kesempatan berikutnya bisa lebih baik lagi. Padahal kesempatan tersebut belum tentu ada. Lebih jauh lagi peran fasilitator pun akan dipertanggung jawabkan kelak di hadapan Sang Pencipta, sejauh mana mengoptimalkan kapasitasnya untuk kebaikan proses belajar anak?

Oleh karena itu, sebuah kondisi yang ideal untuk proses pembelajaran menurut saya adalah hal yang mutlak. Kondisi pembelajaran yang ideal juga sebetulnya secara tidak langsung membekali anak tentang hal2 yang perlu menjadi perhatian mereka ketika berada di lingkungan sosial yang lebih luas. Intinya pendidikan yang ideal ibaratkan membangun pondasi yang kokoh, bukan tentang membangun nuansa aman dan nyaman, sehingga diharapkan mereka bisa menyesuaikan diri dalam merespons berbagai hal yang tidak sesuai dengan pemahaman maupun pengalaman belajarnya, tanpa menghilangkan prinsip yang dipegang.

Komentar (5)

Andy Sutioso

Mantap ka Diki. Menggenapi tulisan saya tentang Pendidikan yang Terlalu Ideal.

Saya kena ucing dari kak @elka-fiselfia. "Kamu Ucing @mayaulfadwinita, giliran kamu menulis AES!" UcingAES 3/7, gaskeun kak :)

mayaulfadwinita

saya udah nulis kemarin ka Diki, ini nih : https://ririungan.semipalar.sch.id/mayaulfadwinita/blog/5065/melihat-dalam-samar kaci yah? :)

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES832 Foto Favorit Guru dan Murid

Sore kemarin kak @innocentiaine mengirim WA menanyakan kalau saya punya foto yang pas untuk dijadikan ilustrasi dari proses pembekalan kakak-kakak baru sore hari ini. Saya cari-cari dan entah kenapa ingatan saya selalu kembali ke foto di atas ini. Foto ini kemudian saya kirimkan ke kak Ine dengan c…

Andy Sutioso10
AtomicEssay

AES15 Bertumbuh Bersama

Hari ini, seperti biasa, aku membersamai anak-anak Forum Anak di Kelas Minat dan Bakat. Namun, ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuat hatiku menghangat dan penuh rasa bangga. Satu per satu, mereka menyanggupi tantangan roleplay menjadi tutor secara bergantian sedangkan aku duduk dan menyima…

Asa00
AtomicEssay

AES0015 Belajar Dari (Proses) Belajar

Belajar dari keberhasilan orang lain? Kita hanya akan terjebak untuk bisa seperti orang itu, bukan bisa seberhasil orang itu. Makanya parsial. Lebih utuh dan masuk akal, kita belajar dari proses keberhasilan orang lain, begitu juga kita belajar dari proses kegagalan orang lain. Misalnya ada seorang…

Naufal31