AES054 Menua Bersama
Mega73
Tahun ini merupakan tahun yang sangat istimewa bagiku, seiring dengan kehadiran dekade baru dalam hidupku. Ya, hampir semua teman seangkatan, baik teman sekolah maupun kuliah, di beberapa grup WA yang kuikuti, juga memasuki tahapan yang kami sebut golden age. Selain pertambahan usia baru, yang membuat tahun ini menjadi salah satu tahun remarkable bagiku, adalah begitu banyaknya ~teguran~ (kejutan) dari Semesta. Mulai dari kecelakaan kecil yang berakibat amat fatal, orang tua yang jatuh sakit dalam kurun waktu berdekatan, dan sebagainya. Lalu semua itu muncul sebagai reminder dalam bentuk kesadaran, untuk menjalani kehidupan dengan lebih woles.
Perjumpaan dengan beberapa kelompok pertemanan maupun orang-orang baru membuatku banyak belajar. Tentang diri, tentang pemikiran dan perspektif baru, tentang hidup, tentang ketulusan dan keikhlasan. Sampai saat ini aku masih berusaha mengendapkan semua yang kualami belakangan ini, mencari jawaban atas pertanyaan BESAR yang –aku tahu– hanya aku yang bisa menjawabnya. Yaitu: Apa peranku di dunia ini? Sudah selaraskah arah langkahku menuju ke sana?
Pembicaraan yang tadinya terdengar hanya sebatas becandaan, sekarang terasa lebih dekat. Mengenai heart rate, diet makanan, fisioterapi, kurangnya keseimbangan tubuh, sekolah untuk orang (yang sudah) tua, hingga reuni yang tanpa sengaja dilakukan di rumah duka untuk mengantar kepergian teman. Waktu seolah menjadi penanda bahwa hidup terus berjalan sesuai iramanya, seperti kereta yang terus melaju dan akan berhenti di stasiun terakhir. Apakah kita akan ikut serta di dalamnya, atau duduk diam di stasiun menyaksikan kereta-kereta itu datang dan pergi hingga kereta terakhir datang menjemput kita?
Usia bukan lagi tentang angka. Ia datang dalam perubahan sudut pandang, pemaknaan yang lebih dalam tentang hal-hal kecil, dan kesadaran akan perlunya tambatan untuk berlabuh. Berlabuh, seperti perahu layar yang menghabiskan sebagian besar usianya mengarungi samudra, diterpa angin laut dan gulungan ombak setiap hari; hingga suatu hari ia akan memarkirkan diri di dermaga bersama perahu-perahu lainnya, menikmati senja yang biasanya ia habiskan di lautan lepas.
.
Komentar (3)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES055 Mangga dan Bapak-Bapak
Hari ini ada pemandangan istimewa di area parkiran sekolah kita. Seorang bapak sedang memanjat pohon mangga golek yang terletak di dekat kantor. Tiga orang bapak yang lain sedang menunggu di bawah. 😄Sebelumnya, saat aku memutar mobil mencari tempat parkir yang kosong, dua orang bapak sedang berbag…
Mega52
AES 006 - Hujan kembali turun
Hujan kembali turun di penghujung tahun ini, membersamai di bulan Oktober yang sendu. Padahal sudah bergaung kekhawatiran soal sedahsyat apa kekeringan akan terjadi di tahun ini. Dari sejak awal tahun 2026, petani sudah berbicara tentang fenomena El Nino baru yang cukup ekstrem; saking mencekamnya,…
angga10
AES963 Oh...
DIksi singkat ini, 'Oh', sedang saya upayakan menjadi diksi yang banyak saya gunakan. Kenapa? Karena diksi ini membantu saya menempatkan segala sesuatu yang terjadi sebagai netral, Kenapa perlu netral? Sejauh ini saya meyakini bahwa menempatkan segala sesuatu secara netral adalah cara ampuh untuk m…


