AES06 pindahan
Kemarin senin 2 agustus, aku pindahan dari rumah ku , ke rumah nenek. Aku dan keluarga ku pindah karena tidak ada yang menjaga nenek ku di rumah, dan bahaya juga kalau terus- menerus di tinggal sendiri di rumah karena nenek ku sudah pikun. Bersih-bersih rumah, sebenarnya sudah dilakukan dari minggu lalu. Mengecat dinding kamar sendiri (karena covid jadi tidak bisa minta bantuan orang lain), dan merapikan barang- barang yang ada. Rumah nenek ku ini bisa dibilang rumah tua yang belum pernah direnovasi total dari awal rumah ini ada.
Kalau diingat- ingat lagi, aku jadi rindu di masa-masa kecilku yang sering menginap dan tidur bersama nenek ku, setiap lebaran kumpul keluarga, lalu aku dan sepupu ku membuka- buka lemari kosmetik, perhiasan dan beju nenek ku lalu kami saling mendandani satu sama lain, dan membuat kue setiap akan ada acara atau hari raya. Dari semua cucu- cucu, aku yang paling dekat dengan nenek, sering menginap dan menemani nenek ku tiap hari libur. Dulu saat aku masih playgoup-tk, aku sempat tinggal di rumah nenek, setiap pagi berangkat ke sekolah menggunakan becak langganan ku Pak Amid (kalau tidak salah, sudah lupa) sambil diiringi dongeng atau cerita dan lagu anak-anak yang dilantunkan oleh pengasuh ku dulu.
Banyak memori menyenangkan yang tercipta selama aku ada di rumah nenek ku dulu. Kadang aku suka mikir, bernostalgia itu sehat gak sih? Nah, karena itu aku kepo dan mencari tahu. Dilansir oleh Satu Persen – Indonesian Life School (https://youtu.be/5a9f1cxk8yU) , dengan bernostalgia kita jadi tahu perkembangan diri sudah sejauh mana sampai sekarang, membantu melihat kehidupan kita secara garis besar. Orang yang sedang gundah gulana dengan hidupnya sekarang, sedang tidak percaya diri, biasanya terdorong untuk terus bernostalgia, dan membuat kita merasa nyaman ketika sedang menghadapi perubahan dan ketidak pastian.
Bernostalgia juga meningkatkan koneksi kita dengan orang-orang, karena dengan itu kita ingat orang penting di hidup kita dan jadi terdorong untuk mengontaknya kembali. Tapi bernostalgia juga ada sisi negatifnya yaitu membuat kita merasa sedih juga, dan susah fokus di keadaan saat ini. Nah nostalgia yang disengaja itu baik, karena membuat kita mengingat dan cenderung diingatkan dengan memori yang positif.
Kalau negatifnya saat kita sedang berada di saat negatif, atau quarter life crisis, lalu memori lama saat bersama teman- teman dan tiba- tiba merasa kesepian, dan membandingi diri dengan teman lain. Nostalghia ini biasa memberi dampak negatif karena membuat diri kita tidak puas dengan masa sekarang.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1540 Sebuah Perayaan
Kenapa topik kematian menjadi sebuah hal yang paling jarang diperbincangkan dan menjadi semacam hal yang tabu? Saya tidak terlalu mengerti jika itu dikaitkan dengan semacam rambu-rambu dalam hubungan sosial, tapi jika saya menyelami pengalaman pribadi, terutama akhir-akhir ini saya sangat lekat dal…
joefelus40
AES873 Sepuh
Tulisan @joefelus belakangan ini memantik lagi satu topik yang sempat ingin dituliskan tapi teralihkan oleh hal lainnya. Beberapa tulisan Joe bercerita tentang ayahnya yang berbaring karena sakit dan karena usianya yang sudah lanjut. Beberapa tahun yang lalu, ibu mertua saya meninggal di usia 95 ta…

AES 1523 Mind, Body, And Soul
"I want to go." Katanya. "You may. And I will let you, but not like this. I want you to be healthy, happy, and enjoy your time as much as you can before you go in your sleep." Kata saya sambil menahan desakan emosi dari dalam dada. Dia mengangguk setuju, seberkas senyuman tersungging di bibir nya.…
joefelus35