AES06 Semua Manusia Bersaudara, Genetika Membuktikannya

[repost dari Ning]
Hari ini saya berkesempatan ikut webinar yang diselenggarakan Yayasan Cahaya Guru, di bawah pimpinan ibu Henny Supolo. Ibu Henny adalah aktivis pendidikan yang sangat menempatkan perhatian pada isu keberagaman terutama di kalangan para pendidik – secara spesifik para guru.
Semi Palar sangat beruntung – beberapa tahun silam bisa mengundang ibu Henny untuk hadir bercerita tentang berbagai hal seputar keberagamaan di Indonesia kepada keluarga besar Semi Palar. Pertemuan saat itu berlangsung di pendopo Selasar Soenaryo. Tempat yang menjadi latar pertemuan yang sangat pas bagi perbincangan hari itu.
Hari ini – bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, webinar bertajuk Geneka Tunggal Ika diselenggarakan. Sederhananya, kedua narasumber bu Henny dan bu Herawati (beliau-beliau ini kakak beradik) ingin bercerita bahwa secara genetika, kita semua memang pada hakikatnya beragam – tapi dalam payung ke Indonesiaan, kita semua, sejatinya adalah satu. Saya sendiri tidak mengikuti acara ini sampai tuntas karena sudah ada agenda yang menunggu dan sudah dijadwalkan sebelumnya.
Tapi saya ingin menempatkan satu video keren yang diputar di awal pertemuan terkait fakta ilmiah dari penelitian genetika (DNA) yang pernah dilakukan. Video ini sangat menyentuh perasaan – membuat saya meneteskan air mata. Yang lebih menakjubkan adalah bagaimana ilmu pengetahuan (sains) sudah bisa memetakan secara definitif bahwa sudah tidak ada lagi yang disebut dengan kesukuan yang murni di tengah umat manusia saat ini. Pengecualian mungkin ada untuk segelintir suku pedalaman yang masih asli dan tidak pernah bersentuhan dengan kebudayaan di luar masyarakat mereka. Pendek kata, kita semua bersaudara...
Bu Herawati juga bercerita tentang penelitian yang sama di Indonesia, mengenai telusur DNA dari banyak tokoh terkenal di Indonesia . Bahwa seseorang yang tampak dari luar seperti suku ‘pribumi’, ternyata punya DNA suku Tionghoa lebih banyak daripada orang lain yang penampilannya sangat ‘chinese’. Sangat menarik.
Filem tersebut, bertajuk the DNA Journey, saya tempatkan di bawah ini untuk jadi bahan refleksi bagi kita semua. Kita semua umat manusia terkoneksi, DNA membuktikannya. Love and Peace...
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES936 Hidup adalah Udunan
TIdak ada peristiwa kebetulan, minggu lalu salah satu kakak bilang sama saya, kak Andy kapan kita ngobrol... Hmm, pikiran yang sama juga mampir dalam diri, bahwa memang sudah waktunya ngobrol dengan kakak ini. Nyambung ya... Akhirnya hari minggu kemarin kitapun jumpa setelah olahraga pagi - sambil…

AES881 The Living Years : Bicara Lintas Generasi
Karena sedang banyak membicarakan tentang generasi, saya ingin menempatkan lagu ini di Ririungan. Lagu lawas yang dibawakan oleh grup musik Mike & The Mechanics. Judulnya The Living Years. Lagu yang masih kerap saya putar di playlist saya. Beberapa waktu lalu di tengah kemacetan lalu lintas, la…

AES874 Deep 'Talk' Ririungan
Salah satu hal yang sangat istimewa saya temukan di ruang ini adalah komunikasi - interaksi yang bisa sangat-sangat mendalam. Hal yang tidak saya temukan di ruang digital lainnya. Walaupun cukup banyak yang receh juga - termasuk di tulisan-tulisan saya . Bagaimana warga Ririungan bisa menceritakan…
