AtomicEssay

AES076 Semua Orang Bisa Menulis

Andy Sutiosopenulis arsip2

[repost dari Ning]

Siang tadi rekan-rekan orangtua KPB berkumpul untuk sesi Taki-taki (ancang-ancang) Pembelajaran KPB di TP17 ini. Setelah membicarakan berbagai hal, perbincangan menyentuh Atomic Essay Smipa. Teman-teman KPB sendiri sudah mulai mencoba, membangun rutin menulis satu esai pendek setiap hari. 

Hal ini menarik berbagai respon orangtua. Selesai pertemuan ditutup, muncul di benak saya bahwa semua orang bisa menulis. Pasti bisa. Kalau teman2 ingat, sejak kita duduk di bangku SD, kita belajar menulis. Dan di sepanjang perjalanan kita belajar, kita juga terus diminta menulis. Apakah itu membuat karangan atau merangkum satu pelajaran. Di SMP dan SMA kita selalu diminta membuat laporan setelah melakukan percobaan di laboratorium. Di bangku kuliah kita diminta membuat berbagai tugas dan esai dan di penghujung kuliah, kita diminta menuntaskan sebuah tulisan ilmiah dan mempertanggung jawabkannya dalam sidang skripsi. Masih ingat ya? Betapa kita terus menerus menulis. Perkara suka atau tidak, itu hal lain. Saya tau banyak juga teman yang dulu punya buku harian (diary). Waktu saya SMP dulu, ada yang punya buku kenangan, buku yang diedarkan dari teman ke teman, dan kita diminta menuliskan sesuatu di dalam buku itu yang kemudian dihias sesuai kesukaan kita. 

Semua orang bisa menulis. Saya yakin itu. Hal kedua yang mungkin muncul adalah pernyataan bahwa "aku tuh bingung mesti nulis apa". OK, kita coba jawab ya. Dulu di sekolah atau di bangku kuliah, segala suatu perkara menulis kita datang dari perintah guru. Tapi kalau sekarang kita diperbolehkan menulis tentang apapun, apapun juga, masa sih ga ada sesuatupun yang kita bisa tuliskan? 

Respon ketiga yang mungkin muncul adalah "tapi aku tuh ga bisa nulis banyak-banyak..." Baiklah. Saya coba copas teks di atas ini ke Word atau Google Docs ya. Hasilnya, Word Count menunjukkan 275 kata. Sudah melampaui apa yang jadi acuan Atomic Essay. Tidak banyak... Di atas ini ada empat paragraf, dengan paragraf kedua yang paling panjang. Lalu soal waktu. Sejak saya mulai menuliskan ini, saya kira-kira menghabiskan waktu sekitar 15 menit. Tidak banyak juga. Kalau ditanya berapa banyak kita menghabiskan waktu memelototi media sosial, rasanya bisa jauh lebih lama dari ini... 

Jadi begitulah teman-teman, kembali ke judul di atas, semua orang bisa menulis. Saat kita mencoba melakukannya setiap hari lewat Atomic Essay ini, kita akan terkagum-kagum, bangga dan bahagia terhadap diri sendiri, tentang apa yang berhasil kita lakukan... Satu-satunya yang perlu dilakukan adalah mencoba memulainya...  Saya tutup esai ini dengan 390+ kata. Selamat malam semua. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya besok.  

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES138 1500 Kepingan Cermin di Ririungan Semi Palar

Malam ini saya ingin merespon tulisan Joe yang berjudul AES is More!, tulisan Joe yang ke 127. Buat yang belum baca silakan cermati dulu tulisannya melalui link di atas ini. Selama ini kebanyakan dari kita berpikir bahwa obrolan langsung jauh lebih baik daripada komunikasi melalui tulisan. Tapi tul…

Andy Sutioso61
AtomicEssay

AES072 Berbagi Kepingan Kehidupan

Pada saat memulai Atomic Essay ini, apa yang dituangkan dalam tulisan-tulisan ini sangat jauh dari bayangan saya. Awalnya esai-esai ini hanyalah sekedar tulisan - kisah-kisah sporadis dari berbagai sudut pandang dan pengalaman. Ada yang nyambung, ada yang garing, ada yang serius juga - ada juga yan…

Andy Sutioso60
AtomicEssay

AES062 Menulis

Belakangan ini kegiatan menulisku berselang seling dengan pekerjaan memijat. Dulu di awal menulis jadwal menulisku cukup acak, kadang siang hari selesai memasak atau makan siang, kadang sore hari sembari duduk-duduk di teras, atau di malam hari seusai doa malam sampai menjelang tidur. Seiring waktu…

yulitjahyadi44