AtomicEssay

AES083: Refleksi Etika

haegenquinstonpenulis arsip3

Apakah etika dapat dipelajari? Apakah etika merupakan sesuatu yang diterapkan sehari-hari? Apakah etika itu berbentuk? 

Etika sendiri, bisa dibilang abstrak. Tidak berbentuk, tidak ada cara mempelajarinya, hanya ada penyikapan darinya. Apakah seseorang bisa disebut, sudah beretika dengan baik? Tidak juga. Standar etika orang-orang selalu berbeda, dan kita itu bukanlah merupakan manusia yang sempurna. Misalnya, di suatu pedesaan, kita menerapkan etika dengan bersikap ramah, dan mengikuti norma di desa. Namun, di desa lainnya pada daerah lainnya, normanya berbeda. Sehingga, kita sendiri perlu menyesuaikan etika. Siapa tahu saja, di satu desa, kita perlu bilang punten sebelum ngomong. Namun, mungkin di tempat lainnya, kebiasaan yang terbangun adalah 'to the point' dimana kalau kita ingin bertanya, tanya aja langsung.

Apakah penerapan etika dalam hal keseharian (dalam hidupku) sudah baik? Mungkin iya. Saat aku menghubungi seseorang yang cenderung 'baru'. tentu cara komunikasinya sangat mempertimbangkan arah komunikasi yang ingin kucapai. Aku tidak terlalu berani dan berhati-hati, apabila kata-kataku menjadi calon untuk menimbulkan hati orang tidak enak. Misalnya, tidak mentang-mentang to the point dahulu, meminta maaf apabila mengganggu (lewat text), dan tentunya mengucapkan selamat pagi/malam/siang. Di bawah ini adalah contoh cuplikan undangan yang kubuat, yang sebenarnya pada akhirnya gagal.

'Selamat pagi Coach Andre Yuwadi, mohon maaf banget apabila saya mengganggu. Nama saya Haegen, usia saya 16 dan kini saya sedang menempuh pendidikan di KPB Semi Palar. Saya sendiri merupakan salah satu pengikut IBL, terutama klub Prawira Bandung. Di sekolah kami, atau bisa disebut ‘rumah belajar’, sistem pendidikannya itu dengan cara berfikir holistik. Artinya, berpikir secara menyeluruh dalam seluruh aspek kehidupan, karena saling berkaitan.
Berkaitan dengan itu, ada program proyek mandiri di sekolah kami, dimana kami diminta untuk membuat proyek yang dapat bermanfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan. Dalam kegiatan proyek mandiri ini, setiap siswa diminta untuk mencari mentor yang menguasai masing-masing bidang proyek pula, supaya bisa mendapatkan masukan terpercaya, dan juga memiliki standar produk akhir yang tinggi. 
Kebetulan sekali, saya sendiri proyeknya adalah mengenai basket, hal yang paling kuminati. Proyekku secara garis besar adalah ‘bermanfaat kepada orang-orang di sekitarku melalui basket’. Rencananya saya akan membuat suatu video tutorial basket, yang target market audiensnya adalah teman-temanku yang tidak paham teknik bermain basket, padahal mereka gemar bermainnya. Video ini, dinyatakan berhasil jika bisa menarik dan informatif, ukuran dari informatif terutama; yaitu informasi yang faktual dan detail.' Menurutku, secara etika, pesan tersebut sudah oke. Bahkan, bisa jadi cenderung terlalu sopan karena aku terlalu berhati-hati dalam kata-katanya. Jujur saja, aku sendiri, saat membuatnya, sangat ragu. Jarang-jarang aku sendiri mendapatkan kesempatan/pengalaman, dalam mengontak orang luar sebagai calon mentor. Namun, mungkin lain kali bahasanya bisa lebih diperbaiki dan dievaluasi kembali. Apakah etika berkaitan dengan kesopanan dan kesantunan? Mungkin. Secara bahasa, aku sendiri seringkali sopan, terutama ke orang yang lebih tua. Misalnya, orangtua sendiri, mentor, kakek, dan lain-lain. Namun, ke orang yang lebih dekat, aku cenderung santai bahasanya. Misalnya ke Kakak dan ke teman-teman lain. Sehingga, apabila aku ingin meminta/ngomong sesuatu, jadinya kurang sopan. Padahal lagi serius. Misalnya, aku berkata ke kakak melalui chat, "Kak, berikut ini adalah link file dari hasil yang kubuat". Mungkin, alternatif untuk masalah tersebut adalah, untuk memberikan etika yang lebih baik. Kurasa, pesan tersebut tidak baik karena tidak ada ucapan apa-apa dan langsung menyerahkan file. Seharusnya, lebih baik apabila aku menulis 'selamat siang', 'maaf mengganggu', 'terima kasih'. Kan, dibacanya pun lebih enak juga. Apakah sopan itu selalu relate dengan etika? Tidak juga. Bisa jadi ada orang yang sopan, namun di sisi lain ia tidak menerapkannya dalam gaya hidup. Menurutku, etika adalah sikap dariku sendiri mengenai pengenalan batasan diri dan batasan orang orang lain, yang diterapkan pada gaya hidup. Mau soal makan pun, ada etikanya. Cara memakan pakai tangan, sumpit saja berpengaruh. Untuk tidak mengambil secara berlebihan, untuk tidak beli mahal-mahal apabila ditraktir, itu semua ternyata masuk ke etika. Tidak ada struktur yang jelas, namun diadaptasikan terhadap hal-hal. Aku sendiri, tidak sepenuhnya memiliki etika yang baik. Terkadang, saat tidak fokus dan tidak peka, aku tanpa sadar telah melanggar batasan etika diri sendiri. Misalnya, lupa menyapa saat bertamu.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES100: Pro Kontra Etika

Pada program kegiatan KPB, kemarin dan hari ini merupakan hari-hari dimana kita belajar mengenai etika melalui Kelas Etika. Etika sendiri, tidak bisa dipelajari. Namun, etika bisa diambil dari pengalaman dan pelajaran dari berbagai situasi. Dalam forum yang dibahas, aku sangat setuju bahwa etika ad…

haegenquinston20
AtomicEssay

AES #75 Kelas Etika!

Hai semuanya! Sudah lama tidak menulis AES lagi dikarenakan libur. Sebenarnya aku bingung kali ini mau nulis apa. Mungkin aku akan cerita apa saja kegiatan KPB di semester 2 ini. Oke, jadi pertama kali masuk sekolah itu tanggal 12 Januari 2022 secara online. Ya untuk awalan kakak menceritakan kegia…

Jose20
AtomicEssay

AES 83 ETIKA.

AES 83 ETIKA. Etika. Baru pagi ini kita membahas mengenai etika, lebih spesifiknya lagi etika berkomunikasi dengan mentor. Selama aku menjalani proyek aku banyak menunda pada saat menghubungi mentor, terutama pada saat awal awal mau berkenalan. Pada awalnya aku memang ada rasa takut dan tidak beran…

bryann00