AES09 Belajar jadi Orang tua

‘Belajar itu tidak pernah tamat’ itulah yang selama ini Smipa sampaikan pada alumni jenjang SD, SMP, maupun KPB yang sudah menyelesaikan seluruh proses dijenjangnya di setiap perpisahan. Kalau zaman dulu kita sekolah diberikan izasah dan STTB yang artinya Surat Tanda Tamat Belajar. Belajarnya tamat? Tidak sama sekali! Belajar dari jenjang yg lebih kecil dan bersiap belajar ke jenjang yang lebih besar dengan tantangan yg tentunya meningkat.
Tentang belajar, hari ini kembali diadakan pertemuan orang tua yang kami bisa secara langsung bertemu. Sejak pandemi hanya bertemu di layar lewat zoom, kali ini bisa bertemu dan sama-sama belajar di tempat yang sangat mendukung. Cerita hari ini, bukan hanya tentang apa yang didapat secara bekal tapi juga suasana yang bisa kembali dirasakan bahwa semua dari kita saling berperan. Selasar Sunaryo menjadi tempat kami berkumpul untuk belajar bersama. Belajar sebagai pendamping anak. Ya, kami sebagai orangtua maupun Kakak yg mendampingi proses anak-anak. Sejatinya sebelum mengenali anak, kita tentu harus mengenali diri kita. Apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan kita.
Pengingat dari Mbak Secil, perumpamaan anak sebagai kertas. Anak seperti kertas yang sudah muncul polanya dan setiap polanya unik. Bukannya kertas kosong yang dengan bebas kita ubah semau kita. Tapi dengan pola yang sudah terbentuk, kita sebagai orang tua atau guru perlu mengenali pola tersebut agar keunikannya tidak hilang atau malah tidak termunculkan. Bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan dan kepandaian, tapi juga kematangan batin, mengasah halusnya perasaan, luhurnya kemauan dalam proses menyesuaikan dengan kehidupan.
Kang Aat menyampaikan tentang manusia dengan 3 Sadar. Sebenarnya saya sudah pernah mendengar penjelasan dari Kang Aat ini beberapa tahun lalu, tapi selalu merasa tersadarkan setiap kali mendengarnya lagi dari beliau. Manusia itu perlu memadukan kerja akal dan rasa, supaya bukan hanya terukur tapi juga terasa.
Jika kita tak mampu menjadi pohon besar, jadilah pohon kecil yang menguatkan.
Jika tak bisa jadi jalan raya yang lebar, jadilah jalan kecil setapak yang membawa orang ke mata air.
Pada sebuah kapal, tidaklah semua menjadi kapten, tentu harus ada awak kapalnya.
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu, Jadilah saja dirimu.
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri, terus menjadi versi terbaik dari dirimu.
Bu Yuli juga sebagai orang tua yang perjalanannya sudah panjang bercerita bahwa menjadi orang tua itu tidaklah pernah mudah. Kita sebagai orang tua belajar bersama dengan proses bertumbuhnya anak. Sejak dalam kandungan hingga ia tumbuh besar. Selalu ada tantangan yang rasanya tidak pernah beres, padahal sebenarnya itu adalah proses alamiah. Anak terus bertumbuh, begitu pun seharusnya orang tua terus bertumbuh. Orang tua harus mengenali dirinya sebelum berusaha membereskan masalah-masalah yang ada di dalam diri anak. Anak adalah cerminan kita. Saat kita tidak baik-baik saja, anak pun akan merasa demikian. Belajar menerima dan melepaskan itu proses yang tidak mudah. Sesi diskusi singkat dan berkenalan dengan orang tua lain juga menjadi pelengkap pertemuan hari ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES013 Tidak Semua Rindu Harus Diulang
Sejujurnya dulu saya adalah orang yang tidak suka anak kecil. Tapi bukan tendensi untuk menyakiti (mencubit, pukul atau memelototi), lebih ke saya tidak bisa being nicer to kids aja. Perlahan saya sadari ketidaksukaan pada anak adalah pola yang diturunkan Ibu. Ia bisa dengan tenang bilang dulu tida…

AES012 Waktu Itu Apa?
Kalau dipikir-pikir, awal mula saya menulis di AES ini dan menyelesaikan tulisan ke 1-9, saya masih menjalani pekerjaan full time. 8 jam sehari, commute 4 jam PP seminggu dua kali, sisanya bekerja di rumah atau di manapun yang ada koneksi internet. Selain itu, saya masih pumping dan menyiapkan asip…

AES 012 : Cerita Ngobras #5
Ngobras 5 dengan tema "Ekspektasi" ini cukup bikin terkejut bahagia karena walaupun agak lebih pede bakal lebih rame (karena temanya cukup luas dan seru), ternyata yang hadir malah banyak, di luar ekspektasi! Memang lebih asik ketika ga ngarep apa2 terus terkejut bahagia ga sih? Hihihi.. Di Ngobras…
Lei60

