Atomicessaysmipa

AES#1

Natasha Setyamuktipenulis arsip2

Setiap orang, pasti memiliki keinginan. Entah keinginan untuk masa depan atau keinginan untuk kebahagiaan sesaat.

Dari pengalamanku sendiri, masih banyak orang yang tergiur memenuhi keinginan untuk kebahagiaan sesaat, atau hanya untuk mendapatkan apresiasi dari orang lain. Contohnya pun sangat dekat dengan kehidupanku, dengan kondisi dan umurku saat ini.

Banyak orang yang mulai bertanya “kamu mau kuliah kemana?” “udah tau mau ambil jurusan apa?” Tentunya pertanyaan itu sudah tidak asing lagi, bagiku maupun bagi anak seumuranku, yang sebentar lagi duduk di bangku kuliah.

Awalnya setiap ditanya, aku hanya menunjukkan 1 jawaban, geleng-geleng kepala atau hanya menjawab “gak tau”, karena jujur bingung mau jawab apa, apalagi dengan stigma di Indonesia, selesai SMA harus kuliah, kalau ga kuliah mau jadi apa nanti?

Banyak teman-temanku diluar sana yang kuliah, tapi hanya karena paksaan orang tua, hanya karena ‘kewajiban’ bukan karena keinginan sendiri.

Menurutku lebih penting berani untuk melangkah sendiri, daripada melakukan sesuatu hanya untuk memenuhi keinginan orang tua atau kerabat sesaat. Karena selama hidup kita kedepan, harus diri kita yang menentukan, bertanggung jawab akan kebahagiaan dan petualangan hidup kita sendiri. Bahkan masih banyak orang yang melakukan sesuatu, hanya untuk mendapatkan apresiasi, dan pengakuan dari orang lain, aku kuliah di universitas X.

Lalu apa? Apakah mereka mau menanggung semua masalah yang mungkin kita alami? Membantu kita untuk langkah selanjutnya? Pastinya tidak, karena kebahagiaan ada ditangan kita sendiri.

Memang senang rasanya dibanggakan orang lain, tapi apakah itu akan membuat diri kita bahagia? Apakah hal itu akan bermanfaat bagi dirimu dan lingkungan saat kamu turun ke realita nanti?

 

Komentar (1)

inteneka

Halo Tasha, tulisan ini telah terpilih untuk dibukukan, mohon izin tulisan ini diterbitkan di buku 5 Atomic Essay Smipa Pecah Telor [AES001], semoga berkenan ya. Terima kasih.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

Atomicessaysmipa

AES01 JEJAK

Hallo, senang sekali rasanya bisa berbagi cerita di sini. Bagi saya pribadi, berbagi cerita sama halnya dengan berbagi hidup. "Jejak" menjadi tulisan pertama saya di sini. Semoga setiap jejak dari kita, menjadi bagian cerita yang "saling" dalam setiap kepingan perjalanan. Sebab, perjalanan adalah b…

yantisuryanii722
AtomicEssay

AES 001 It's Complaint

Beberapa bulan lalu, dalam sebuah percakapan whatsapp,“buatkan konten yang bikin viral, gak apa-apa gak nyambung sama fotonya juga, hahahaha...”. Dalam hatiku, “Kok gitu?”. Mungkin sekarang jamannya memang begitu, semua bisa dibikin. Lalu saya riset beberapa konten serupa, menelaah bagaimana mereka…

pungkypurwaranti21
Refleksi Diri

AES 01 MARAH.

Marah merupakan emosi atau perasaan yang muncul karena adanya pertentangan dengan seseorang atau sesuatu -merasa kesal, kecewa atau frustasi. Marah juga bisa berarti pola perilaku yang dirancang untuk memperingatkan pengganggu untuk berhenti berlaku tidak adil. Secara ilmiah, marah bisa mengakibatk…

mpit210694