AES 08 Bahagia menurut saya....

AES10 Enerji dan Diri

tesaputripermatasaripenulis arsip2

WhatsApp Image 20220326 at 5.58.26 PM.jpeg

Hari ini saya berkesempatan untuk mengenal dan belajar tentang 'Literasi Diri', bersama teman-teman Semipalar. Suatu anugerah yang luar biasa yang sepertinya pembahasan ini tidak pernah terkhusus dibahas dimanapun, namun maknanya sangat mendalam dan berarti. Poin yang paling utama adalah Enerji, saya sadar betul bahwa enerji ini sangat memengaruhi segala perjalanan kehidupan. Senang, sedih, dan marah memengaruhi pola pikir kita. 

Karena itu bagi saya, berusaha untuk menanamkan enerji yang baik dalam diri. Yakin ketika itu baik menurut kita, maka semesta, badan, pikiran, dan lingkungan terdekat kita pun akan merasakan kebaikan enerji itu. Dari literasi diri kita akan kenal dengan diri kita, menemukan diri kita, dan bagaimana kita dapat mengenal diri kita. Pertanyaannya, apakah selama ini kita sudah kenal dengan diri kita?....Apakah kita tahu tentang kelemahan dan kekuatan kita? Dan apa yang kita kira dan kita tahu tentang diri sendiri itu lantas terbukti atau sesuai dengan kenyataan?.... Atau jika kelebihan, apakah orang lain juga mengakuinya? Atau sebaliknya?....

Semakin mendekati jarak antara kenyataan dengan apa yang kita asumsikan tentang diri kita, itu berarti baik karena kita mengenal diri sendiri. Begitu pula sebaliknya. Semakin jauh jarak antara kenyatan dengan apa yang kita perkirakan tentang diri sendiri, artinya buruk sekali pengenalan diri kita. Aaarhhhh terkadang, yang dirasakan itu hanya perasaan kita dari bisikan-bisikan luar saja. Yang seharusnya kita tahu itu adalah bukan diri kita. Terkadang bisikan-bisikan dari luar itu membuat dan memancing sisi-sisi emosi diri kita. Yang akhirnya saya tahu, bahwa emosi ini sangat memengaruhi enerji dalam diri kita. Ketika terlalu banyak bisikan dari luar, ini akan memancing emosi yang membuat saya marah, sedih, bahkan nangis senangis-nangisnya. Dan hal tersebut dapat memengaruhi enerji diri saya yang juga akan terserap oleh lingkungan sekitar kita. Lalu siapa yang lelah?..... ya tentu pasti diri kita sendiri....

Lalu agar hal tersebut tidak terjadi, bagaimana caranya?... Bagaimana cara mengelolanya?...

Kembali lagi, kenali diri, kelola diri, hening atau ambillah jeda. Percayalah, apa yang kamu dengar itu bukan sebenarnya yang ada dalam diri kita. Itu adalah luar diri kita. Jika kita mampu seperti itu, badan, pikiran, emosi, dan enerji kita kan baik-baik saja. Yuuukkk.. belajar lebih dalam kenali diri kita. :)

Terima kasih teman-teman

Tesa

26032022

Komentar (2)

Andy Sutioso

Waah langsung muncul tulisannya. Terima kasih banyak kak Tesa. Semoga proses menulisnya juga jadi bahan refleksi buat kak Tesa.

Sama-sama Ka Andy. Semoga bisa perlahan dan menjadi tuman ya Ka. Terima kasih juga Hari belajar ini membawa banyak bekal dan refleksi diri buat Ka Tesa. :)

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES187 Mata Ashita Novel

Halo teman-teman yang budiman, seperti beberapa tulisan terakhir yang saya buat, saya banyak menjelaskan proses refleksi selama pengerjaan novel ini. Dari hari-hari yang terasa kosong, dari pikiran yang terlalu ramai, dari pertanyaan tentang sakit, kehilangan, kesepian, sampai harapan yang entah ka…

carloslos21
AtomicEssay

AES935 Dialog Batin : Akar Perwujudan Kehidupan Manusia

John Dewey bilang, Pendidikan adalah Kehidupan itu Sendiri. Dalam konteks itulah, kita perlu berupaya memahami apa yang disebut dengan manusia seutuhnya dalam konteks kehidupannya yang sejati, tentunya dalam pemaknaannya yang paling fundamental. Manusia sejatinya adalah makhluk spiritual. Hal ini t…

Andy Sutioso10
AtomicEssay

AES756 Mandala dan Menulis

Tulisan hari ini sekedar catatan pendek saja dari proses yang berjalan beberapa hari ini. Keseruan lima hari di Festival Literasi. Menarik mengamati proses di dua ruang lokakarya (workshop). Hmm, lebih asik sebetulnya disebut ruang eksplorasi ya, karena sebetulnya proses itulah yang kita lakukan, m…

Andy Sutioso110