AtomicEssay

AES106 Enerji : Melebarkan Sudut Pandang, Mengubah Cara Pandang

Andy Sutiosopenulis arsip2

Dalam koordinasi tim Lingkung Jum'at lalu, muncul beberapa ungkapan menarik dalam diskusi yang berjalan. Yang pertama bunyinya kurang lebih begini, "Dari hasil pengamatan dan pemetaan kelas yang kakak dapatkan, apakah kakak merasakan enerji yang kakak keluarkan selaras dengan situasi kelas yang kakak fasilitasi? Pertanyaan reflektif ini dilontarkan oleh kak Robert dalam diskusi bersama kakak2 SMP. Bagi saya hal ini sangat menarik, karena ada hal yang tidak biasa yang jadi perspektif dan bahan diskusi bersama kakak-kakak fasilitator. 

Kata kuncinya adalah enerji. Sama seperti banyak hal lainnya yang kita pelajari di Semi Palar. Bisa jadi enerji adalah sesuatu yang belum betul-betul kita pahami. Kata yang sering kita sebut, tapi belum kita pahami apa sebetulnya yang dimaksud dengan enerji ini. Terlepas dari hal itu, diksi ini jadi menarik saat digunakan sebagai satu perspektif saat membahas situasi dan dinamika kelas yang difasilitasi oleh kakak-kakak. Walaupun mungkin ini belum dipahami betul, tapi kakak2 Semi Palar sudah masuk ke ranah ini. Sesuatu yang didefinisikan Nikolai Tesla sebagai esensi dari segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. 

Obrolan berlanjut dengan apa yang dulu kita pelajari tentang enerji sewaktu kita dulu belajar di SMP atau SMA. Sederhananya enerji bisa berpindah melalui dua bentuk, getaran dan gelombang. Kalau masih ingat tentang apa yang diajarkan guru-guru kita, kita juga belajar tentang resonansi - perpaduan dua atau lebih frekuensi dari gelombang atau getaran tertentu. Saat frekuensinya selaras, kedua gelombang ini bisa berresonansi dan menghasilkan getaran atau gelombang yang lebih kuat. Sebaliknya saat tidak selaras, gelombang atau getaran ini bisa saling menegasi bahkan saling meniadakan. 

Dalam analogi ini, kita jadi bisa memahami lebih jauh tentang bagaimana segitiga pendidikan (anak, guru dan orangtua) yang sudah lama kita jadikan pijakan bersama untuk bergerak di Rumah Belajar Semi Palar. Kalau enerji anak, orangtua dan kakak selaras, terbayang ya bagaimana hasilnya bisa sangat terasa, karena semua bersinergi, resonansinya saling memperkuat. Hal sebaliknya terjadi saat enerji ketiganya tidak selaras, apa yang masing-masing kita upayakan bisa saja tidak menghasilkan apa-apa karena ketidak-selarasan antar kita. Enerji dalam konteks ini bisa muncul dalam bentuk pemahaman konsep, interaksi dan komunikasi, ataupun bentuk-bentuk pendampingan yang dilakukan oleh guru dan orangtua, yang mungkin direspon secara negatif oleh anak... 

Mudah-mudahan tulisan ini memperjelas apa yang dimaksud dengan keselaraan. Dengan memandang segala sesuatu lewat perspektif yang sangat esensial ini : enerji, mudah2an kita bisa lebih paham bagaimana kita bisa membangun sinergi lewat segala sesuatu yang kita upayakan bersama - tentunya untuk proses belajar anak-anak kita di Semi Palar. Lebih jauh lagi mudah-mudahan kita bisa belajar untuk memandang segala sesuatu lewat perspektif ini - sebagai ikhtiar literasi kita memahami alam semesta... 

image : https://www.azquotes.com/quote/437681?ref=vibrations 

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES809 This is No Ordinary Time

Kalau kita mengamati sungguh-sungguh apa yang sedang terjadi, dinamika yang sedang berlangsung, sekarang ini bukan waktu yang biasa. Ada sesuatu yang luar biasa yang sedang terjadi. Sebuah titik balik, bagian dari siklus-siklus semesta yang kemungkinan besar luput dari perhatian kita. Sejauh penelu…

Andy Sutioso10
AtomicEssay

AES523 Belajar Mengenal Diri

Tulisan ini nyambung dengan beberapa tulisan sebelumnya - mengenai Human Design. Tulisan pertama adalah tulisan dari @yulitjahyadi yang berkisah tentang perkenalan Yuli dengan Human Design. Beberapa waktu lalu saya menuliskan juga tentang ini setelah menelaah lebih jauh, apa itu Human Design. Selas…

Andy Sutioso71
AtomicEssay

AES150 Enerji, Hitungan dan Kehidupan

Saya percaya betul semesta itu tidak hitung-hitungan - atau setidaknya cara semesta berhitung berbeda dengan cara manusia berhitung. Saya juga percaya Hukum Kekekalan Energi yang diformulakan oleh Einstein adalah benar adanya. Karena segala sesuatu di alam semesta ini adalah enerji (dan kesadaran /…

Andy Sutioso40