AES11 Kunang-Kunang

Ingatan itu selalu muncul tiap kali aku mendengar kata kunang-kunang. Ketika masih kecil mungkin sekitar TK atau kelas 1 SD, aku sering melihat kunang-kunang di dekat rumah tanteku. Di sana ada satu tanah kosong yang memiliki banyak semak-semak. Setiap malam pasti ada kunang-kunang di sana. Setelah bertahun-tahun, jumlah kunang-kunang itu berkurang dan sekarang lahan itu sudah dijadikan rumah.
Sejak saat itu, jarang sekali aku melihat kunang-kunang lagi. Aku hanya ingat pernah melihat satu kunang-kunang yang tidak sengaja masuk rumah dan ada di ujung langit-langit kamar. Itu pun sudah lama, mungkin kelas 2 atau 3 SD. Setiap melihat semak-semak di malam hari, aku selalu berharap bisa melihat kunang-kunang.
Hingga akhirnya tahun lalu pun aku sempat melihat kunang-kunang lagi. Suatu hari aku mengunjungi sebuah gudang kosong dengan semak di sekitarnya karena ada kegiatan yang perlu dilakukan. Ketika hari mulai gelap, aku melihat cahaya yang berkedip di antara semak-semak. Awalnya aku kira itu cuman pantulan cahaya atau khayalan saja. Tapi semakin lama semakin banyak cahaya itu dan ternyata itu adalah kunang-kunang. Aku pun sangat senang karena sudah bertahun-tahun tidak melihat kunang-kunang.
Di komplek rumahku, ada trotoar di belakang rumah yang bisa dilewati. Ya sebenarnya bukan persis di belakang rumah, tapi di ujung jalan rumahku. Jadi di setiap ujung jalan, terdapat lapangan rumput yang cukup kecil, beberapa jalan memiliki tempat bermain di ujung jalannya. Jalurnya menyambungkan antara satu lapangan ke lapangan lain. Jalur ini pun terhitung baru dibuat.
Kemarin malam aku jalan keliling komplek bersama keluargaku. Ketika sedang melewati trotoar di belakang rumah, terlihat ada kerlap kerlip di antara rerumputan yang memang sengaja ditanam agar trotoar tampak rapi. Aku pun akhirnya bertemu lagi dengan kunang-kunang. Memang jumlahnya tidak terlalu banyak dan tidak begitu menyebar. Tapi melihat kunang-kunang mengingatkanku pada masa-masa kecil ketika melihat kunang-kunang di rumah tante. Sayangnya ketika mau mengambil foto, mereka seakan-akan tidak mau difoto dan langsung tidak memancarkan cahayanya.
Akhirnya aku mendapatkan hasil bertemu dengan kunang-kunang dalam video berdurasi 8 menit yang hanya menampilkan 3 kedip cahaya dalam kegelapan.
Komentar (2)
wah senangnya.. konon katanya ada kunang2 itu pertanda udara lebih bersih ya Kiran..
Waah, sama... Sampai sekarang kak Andy juga merasa senang banget kalau bisa menemukan kunang-kunang... Yang semakin lama semakin sulit dijumpai...
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES79 Susungaian
Susungaian, kata yang biasa aku gunakan untuk menyebut kegiatan ini. Sejak sekitar 3 bulan yang lalu aku mengikuti satu komunitas yang bernama River Cleanup. Ya sesuai dengan namanya, kegiatan utamanya adalah bersih bersih sungai. Tidak hanya bersih bersih sungai saja, tapi di dalamnya juga memberi…

AES56 Kepik
Kepik adalah serangga yang paling aku sukai. Bentuknya yang bulat dan rata-rata berwarna merah cerah membuatnya tampak lucu dan ceria. Belum lagi dengan adanya bintik-bintik hitam di atas warna merahnya, membuatnya terlihat lebih unik. Walaupun begitu, warnanya tidak hanya merah saja. Ada juga yang…

AES19 Durian
Ini adalah cerita tentang durian yang bukan durian. Ya sebenarnya lebih ke sesuatu yang aku temukan mirip dengan durian. Di rumah, aku memiliki pohon bunga cempaka. Sebenarnya dulu setiap rumah di jalanku secara selang seling ditanami pohon bunga cempaka kuning. Kebetulan rumahku tidak kebagian dan…


