AES110 The Pain of Marie Colette Pt.9
Mengambil kembali kendali pangkalan adalah proses yang cukup lama, memakan waktu kira-kira 3 jam, dari beberapa usaha pencegahan agar musuh tidak dapat mendapatkan lokasi pangkalan dan mengamankan lokasi tersebut. Seluruh pangkalan diserang karena lokasinya yang bocor, 4 jam lalu musuh mencoba untuk membongkar lokasi rahasia pangkalan tersebut, mencuri data untuk lokasi pangkalannya, dan menjadikan pangkalan tersebut sebagai sebuah jebakan, menjebak setiap divisi Rangers yang dikirim Govs, pasukan yang sebelumnya sudah datang disergap antara dibunuh atau ditangkap dan dijadikan tahanan perang oleh Corvelas. Baru kali ini pangkalan tersebut berhasil direbut oleh pasukan Southland Rangers, semua karena keahlian Marcel sebagai seorang opsir, mengendalikan kekacauan menjadi operasi perebutan yang terkoordinasi dengan rapih dan sukses. Hanya tiga jam pasukan musuh berhasil dikalahkan, tidak ada satu pun pasukan Corvelas yang selamat, tidak satu pun menjadi tahanan untuk bahan interogasi.
Hari ini cukup menegangkan bagi Marie, pengalaman pertama kali Marie melihat orang tewas secara langsung, mau musuh atau pun pasukan dari Southland Rangers, Yang paling membuat Marie trauma saat pasukan Corvelas mulai menyerang tempat dimana Marie dan Marcel berdiri, penyergapan secara dadakan, 4 tentara musuh mulai menembaki posisi mereka, Marie mencoba menembaki musuh, sama seperti Marcel, Marcel berhasil menembak ketiga pasukan musuh, sedangkan Marie secara tidak sadar berhasil menembak musuh secara langsung, jarak tembakannya yang jauh membuat pengalaman ini tidak terlalu menakutkan, dari awal Marie berharap agar ia tidak melihat secara langsung orang tewas, tetapi tiba-tiba seorang tentara menyergap keduanya, menarik Marie dan memukulnya di kepala, Marie untungnya tidak pingsan, ia hanya bisa berbaring di lantai menara pengawas, dan Marcel menembak ke kepala musuh, tewas di hadapan Marie, Marie kaget, melihat darah keluar dari kepala pria yang ditembak Marcel, darah menyiprat ke badan Marie, dan mengenai tangan dan mukanya, pria itu jatuh, kepalanya menghadap ke Marie, matanya masih terfokus melihat Marie, Marie hanya bisa diam dan merasa takut, mulutnya terbuka, tidak bisa teriak, mencoba menahan muntah.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES230 To Facilitate
To Facilitate Dalam sebuah acara besar, contohnya seperti acara “Earth Hour” akan dan pasti melibatkan banyak orang dan panitianya sendiri biasanya mempunyai struktur dan sistem pengaturannya sendiri, salah satu peran yang dapat ditemukan dalam acara-acara ini adalah seorang fasilitator, peran seor…
SamBin10
AES229 Tahura 2023
Tahura 2023 Taman Tahura adalah sebuah situs sejarah dari jama penjajahan Belanda dan Jepang pada jaman Indonesia saat kemerdekaan, kedua gua yang dibangung di tempat yang sama, hanya berbeda periode dan tahun. Situs sejarah menandakannya sebuah peninggalan kuno, kadang kala aku sering mempertanyak…
SamBin00AES228 Ekspektasi Terlalu Jauh
Ekspektasi Terlalu Jauh Hari ini aku mencoba menantang diriku sendiri untuk melakukan 4 kegiatan yang berbeda dalam satu sesi kegiatan sekolah dari jam 7 pagi sampai jam 1 siang. Menantang diri sendiri melakukan yang cukup banyak dalam sehari itu cukup sulit, tetapi kadangkala pemikiran “sulit” itu…
SamBin00