AtomicEssay

AES111 Belajar dari Kearifan Lokal

Andy Sutiosopenulis arsip2

Malam ini saya menyempatkan diri mendengarkan talkshow Online dari kanal Youtube Katolikana. Topik dan pembicaranya bagi saya sangat menarik. Sudah lama tidak mendengarkan kang Wawan Husin berbicara dan berkisah tentang pengalaman-pengalamannya. Sebelum pandemi, kang Wawan sering hadir di Semi Palar dan mewarnai sesi-sesi diskusi dan ruang belajar yang sangat memperkaya. 

Kenapa kearifan lokal jadi perhatian penting, alasannya sederhana. Karena memang namanya kearifan. Wisdom. Hal ini yang sudah menjadi langka di kehidupan manusia modern yang ritme dan perubahannya sangat cepat. Wisdom menurut pemikiran saya hanya bisa bertumbuh melalui proses yang panjang dan tidak terburu-buru. Seperti pohon-pohon besar yang berakar kuat dan batangnya kokoh, dahan dan daun-daunnya menaungi siapapun yang lewat di bawah bayang-bayangnya. 

Hari ini dalam forum sederhana ini, kang Wawan ditemani ibu Wening dan teh Uthe, yang sering bergiat di dan bersama masyarakat Baduy. Kenapa isu ini diangkat, sepertinya adalah karena beberapa waktu lalu, Jokowi tampil dalam sebuah acara kenegaraan dengan mengenakan Pakaian Adat Baduy. Yang menyedihkan adalah bagaimana lawan-lawan politiknya segera menyerang Jokowi dan pada saat yang sama melecehkan suku Baduy dan pakaian adat yang merepresentasikan budaya masyarakat Baduy. Menyedihkan... banget... Seperti saya bilang tadi, orang-orang jaman sekarang sudah tidak lagi punya wisdom... 

Dalam pembelajaran di Semi Palar, kearifan lokal punya tempat tersendiri. Salah satunya adalah apa yang disampaikan Aki Muhidin. Nyaho can tangtu Ngarti, Ngarti can tangtu Bisa, Bisa can tangtu Tuman dan Tuman Can Tangtu Ngajadi. Terutama di jenjang SMP, teman-teman diajak untuk bersentuhan dengan masyarakat adat lewat berbagai prosesnya. Walaupun terbatas, mudah-mudahan pengalaman-pengalaman ini mewarnai perspektif dan sudut pandang mereka. Dan bisa menangkap apa yang disebut kearifan - dan merefleksikannya terhadap pengalaman hidup mereka di jaman sekarang ini. 

Saya tidak akan memaparkan apa yang ada diperbincangkan dalam diskusi tadi, tapi terlepas dari apa yang dimunculkan masyarakat Baduy dengan segala budaya dan tradisinya, masyarakat asli Nusantara masih banyak menyimpan berbagai kearifan. Sesuatu yang sangat bernilai dan bisa hilang ditelan jaman - kalau kita tidak berhasil menghayatinya sebagai sesuatu yang jadi bagian dari jati diri kita semua, bangsa Indonesia. Kalau berminat silakan mengikutinya melalui tautan berikut ini : https://www.youtube.com/watch?v=PfCeS_sXvyY.

Hatur nuhun sadayana. 

Komentar (2)

aadmin

Ada salah tulis, Kak Andy: "Tuman Can Tangtu Ngajadi"...

Andy Sutioso

Makasih Ahkam. Sdh sy koreksi.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES952 Lagi tentang Udunan

Entah kenapa kata Udunan ini sedang kerap sekali muncul dalam pikiranku, akhir-akhir ini. Dan ya siang tadi sempat berbincang dengan beberapa rekan tentang Udunan ini. Semakin didalami, konsep Udunan ini semakin memikat hati. Lebih jauh, Udunan ini sepertinya bisa jadi salah satu kata kunci tentang…

Andy Sutioso01
AtomicEssay

AES531 Ibu Pertiwi dan Bapak Angkasa

Beberapa tahun lalu - di awal-awal guliran Rumah Belajar Semi Palar - saya dan kakak-kakak berkunjung ke Museum of Indonesia di TMII - yang notabene isinya sangat mengagumkan - salah satu muralnya memvisualisasikan gambar langit dan bumi Indonesia (Nusantara). Mural ini cukup sentral posisinya di m…

Andy Sutioso60
AtomicEssay

AES362 Membaca Simbol

Selamat pagi... hehe, biasanya saya menulis malam hari, sekarang saya beralih ke menulis pagi hari. Sudah hari ke tiga. Walaupun tadi bangun agak terlambat karena kemarin tidurnya juga terlalu malam. OK mari bicara tentang simbol. Ini pengalaman yang sudah lama - tapi jadi teringat kembali karena p…

Andy Sutioso52