AES1114 Step Back

Saya memandangi layar monitor tanpa mampu menulis apa-apa. Pikiran simpang siur dan berusaha memilah-milah banyak hal yang terus-menerus mengganggu. Saya punya beberapa ide untuk diobrolkan, tapi rasanya tidak terlalu cocok dengan kondisi yang saya rasakan saat ini, sehingga saya agak kesulitan untuk mengembangkannya.
Tadi pagi saya berjalan perlahan-lahan menuju tempat kerja sambil mendengarkan musik instrumental piano. Berjalan di pagi hari itu buat saya nikmat sekali, banyak memberikan waktu untuk merenung. Hanya saja kali ini musik yang saya dengarkan mengingatkan kembali peristiwa 27 tahun lalu. Saat itu saya sedang berjalan berkeliling sebuah kampus dalam keadaan sangat tertekan. Untuk pertama kalinya saya merantau jauh ribuan kilometer dari keluarga, tanpa pengalaman yang berarti untuk di rantau, masih takut-takut untuk berbicara, padahal saya mantan guru bahasa Inggris hahahaha..
Kali ini berbeda. Walau lagu-lagu ini mengiringi kesenduan saya pagi hari tapi banyak hal lain yang harus saya pertimbangkan dan benar-benar saya pikirkan. Waktu tersisa sangat terbatas tetapi banyak sekali yang harus saya hadapi. Semuanya simpang siur saling kait berkait dan rumit. Sulit untuk mempertimbangkan mana yang lebih dahulu harus ditelusuri.
Saya memutuskan untuk memberi jarak sejenak, step back, mengambil langkah mundur untuk memberikan kesempatan pada diri sendri agar dapat melihat lebih jelas. Step back adalah salah satu cara untuk menarik diri agar dapat melihat kejelasan dan pengertian yang lebih baik akan keseluruhan gambaran yang ada di depan. Ketika kita melakukan ini, kita memberikan diri sendiri arah yang jelas yang harus diambil, memberikan wawasan untuk mengambil jalan yang tepat karena ketika kita terlalu memfokuskan diri pada sesuatu, hal tersebut akan menciptakan tekanan dan kekhawatiran yang akan mengakibatkan ke hal yang lebih buruk. Ketika kita mengalami sesuatu yang terlalu banyak pada saat yang sama, step back, mengambil jarak, adalah langkah yang baik. Sesudah semua jelas kita dapat kembali melakukan langkah-langkah yang tepat itu.
Seperti biasa menjelang akhir musim semi, jalanan sepi karena para mahasiswa baru kembali lagi nanti di akhir musim panas untuk memulai semester musim Gugur. Kota kecil ini menjadi sangat lengang. Udara panas sudah mulai terasa, hari ini katanya akan mencapai 35 derajat Celcius. Pukul 7 pagi matahari sudah sangat tinggi dan nanti akan terbenam lewat pukul 8 malam. Siang semakin panjang, dan malam semakin pendek. Sepertinya suhu udara yang panas ini sudah mulai menyiapkan saya untuk menghadapi daerah tropis. Mengingat ini saya jadi semakin sendu, dan musik yang mengiringi saya dalam kesedihan ini terus mengalun. Something inevitable is waiting for me, but it's okay. There will be another adventure for me, another journey!
Foto credit: addicted2success.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
AES 1575 Tisu Gulung
Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…
joefelus00
AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta
Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…
joefelus31