AES113 The Pain of Marie Colette Pt.12
Tertemukan sebuah selongsong peluru, selangsong peluru senapan laras panjang “mosin nagant”, suara yang dikejar Marie sudah hanyut oleh suara alam, sekarang Marie di tengah-tengah hutan bingung, sambil mencoba mencari sumber suara ini, tetapi tidak ada satu pun jejak manusia, injakan sepatu tidak terlihat di tanah, yang ia temukan hanya jejak kaki seekor rusa. Marie kemudian berusaha mengikuti jejak rusa tersebut, terlihat seorang perempuan mengenggam sebuah senapan “mosin nagant”, ia mencoba menembak mati rusa tersebut, “terlihat seperti orang lokal, aku kira pasukan rebel” bisik Marie ke diri sendiri, perempuan itu tiba-tiba hilang seketika, Marie kini hanya melihat mayat rusa tersebut, tiba-tiba “eh kamu pasukan Gov yah?”, muncul bisikan di dekat telinga Marie, Marie kaget dan hampir jatuh, memegang dan menembakan pistolnya, menyasar dan mengenai sebuah pohon.
Suara tembakan keras ini untungnya tidak terdengar oleh siapa pun kecuali mereka berdua, tidak ada orang yang datang, suaranya teredam oleh daun pepohonan yang lebat, ditutupi oleh suara hewan-hewan dan serangga liar. Tembakan Marie menyasar, Marie berharap agar perempuan itu tidak membunuhnya, ia tidak bisa melakukan apa-apa kecuali berbaring di rumput dan memohon untuk tidak dibunuh, perempuan ini mendekati Marie dan menjulurkan tangannya, menarik Marie untuk kembali berdiri, perempuan ini mengenalkan dirinya ke Marie, Marie mengenalkan dirinya ke sang gadis pemburu. Nama pemburunya adalah Priviina, orang lokal setempat, Priviina sedang mencoba memburu seekor rusa liar dengan senapannya, berburu adalah hobi yang sering ia jadikan rekreasi, ia menjelaskan kenapa Marie tidak dibunuh, alasannya melainkan karena Priviina adalah pengikut keras GOV, Priviina sudah pernah bertemu dengan pasukan Westland Rangers yang sebelumnya ditempatkan di daerah ini, Priviina sering mendengar banyak cerita buruk terkait Corvelas sejak umur 5 tahun, seringkali Priviina diajarkan berburu.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES230 To Facilitate
To Facilitate Dalam sebuah acara besar, contohnya seperti acara “Earth Hour” akan dan pasti melibatkan banyak orang dan panitianya sendiri biasanya mempunyai struktur dan sistem pengaturannya sendiri, salah satu peran yang dapat ditemukan dalam acara-acara ini adalah seorang fasilitator, peran seor…
SamBin10
AES229 Tahura 2023
Tahura 2023 Taman Tahura adalah sebuah situs sejarah dari jama penjajahan Belanda dan Jepang pada jaman Indonesia saat kemerdekaan, kedua gua yang dibangung di tempat yang sama, hanya berbeda periode dan tahun. Situs sejarah menandakannya sebuah peninggalan kuno, kadang kala aku sering mempertanyak…
SamBin00AES228 Ekspektasi Terlalu Jauh
Ekspektasi Terlalu Jauh Hari ini aku mencoba menantang diriku sendiri untuk melakukan 4 kegiatan yang berbeda dalam satu sesi kegiatan sekolah dari jam 7 pagi sampai jam 1 siang. Menantang diri sendiri melakukan yang cukup banyak dalam sehari itu cukup sulit, tetapi kadangkala pemikiran “sulit” itu…
SamBin00