AES114 Inisiatif

"When in Doubt About Whose Turn It Is to Take Out the Trash, Go Ahead and Take It Out."
Ungkapan di atas sering kali kita alami dalam keseharian, hal kecil yang membuat kita berpikir berlebihan atau insecure. Padahal, ketika kita ragu siapa yang seharusnya mengambil giliran untuk membuang sampah, lebih baik kita yang melakukannya. Ini adalah prinsip sederhana yang mendorong tanggung jawab dan inisiatif dalam situasi sehari-hari.
Bayangkan kita tinggal bersama keluarga besar, dengan beberapa anggota keluarga tinggal dalam satu rumah. Mungkin, setiap minggu, ada jadwal siapa yang bertugas membuang sampah. Namun, minggu ini lupa siapa yang seharusnya melakukannya. Daripada membiarkan sampah menumpuk dan menunggu orang lain melakukannya, kita memutuskan untuk mengambil inisiatif dan membuang sampah tersebut. Dengan begitu, kita membantu menjaga kebersihan dan kenyamanan bersama.
Atau misalnya, ada beberapa pembagian tugas dan peran dalam tim kerja. Ketika lupa siapa yang seharusnya menjalankan suatu peran, alangkah baiknya lakukan saja peran itu tanpa berpikir panjang. Kecuali jika memang ada situasi yang mengharuskan kita aktif bertanya atau mengonfirmasi, jika peran tersebut kita ambil alih.
Mengambil inisiatif dalam situasi seperti ini memiliki beberapa manfaat:
1. Menghindari Konflik: Dengan mengambil tindakan, kita menghindari potensi konflik atau perdebatan tentang siapa yang seharusnya bertanggung jawab.
2. Meningkatkan Kerjasama: Tindakan ini menunjukkan bahwa kita peduli terhadap lingkungan bersama dan bersedia berkontribusi lebih.
3. Membangun Kebiasaan Positif: Kebiasaan mengambil inisiatif dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, membantu kita menjadi lebih proaktif dan bertanggung jawab.
Apa yang bisa dilakukan untuk menerapkan prinsip ini? Mulailah dari hal kecil seperti:
1. Mengamati Lingkungan: Perhatikan situasi di sekitar kita dan identifikasi hal-hal yang perlu dilakukan.
2. Bertindak Tanpa Menunggu: Jika kita melihat sesuatu yang perlu dilakukan, lakukanlah tanpa menunggu instruksi atau giliran.
3. Berkomunikasi dengan Baik: Setelah mengambil tindakan, beri tahu orang lain agar mereka juga sadar dan bisa menghargai inisiatif kita.
"Great things are done by a series of small things brought together." – Vincent Van Gogh
Sederhananya, dengan mengambil langkah kecil seperti membuang sampah, kita berkontribusi pada hal-hal besar dalam menjaga kebersihan dan keharmonisan lingkungan.
Salam,
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES129 Bernafas Sejenak Sebelum Bicara
Tema "Breathe Before You Speak" yang diusulkan oleh Richard Carlson dalam bukunya "Don't Sweat the Small Stuff...and It's All Small Stuff" adalah sebuah strategi sederhana namun efektif yang dapat membawa hasil yang luar biasa. Inti dari strategi ini adalah mengambil momen untuk bernafas sejenak se…

AES127 Seni Menerima Ketidakabadian
Mengulas "Melihat Gelas Sudah Pecah (dan Segala Sesuatu Lainnya Juga)": Sebuah Perspektif dari Richard Carlson Dalam bukunya yang berjudul "Don't Sweat the Small Stuff--and It's All Small Stuff", Richard Carlson mengajak kita untuk melihat kehidupan dengan perspektif yang berbeda. Salah satu bab ya…

AES126 Mencari Kebenaran Dalam Opini
Dalam bukunya yang berjudul "Don't Sweat the Small Stuff... and it's all Small Stuff", Richard Carlson mengajak kita untuk melihat lebih dalam pada opini orang lain dan menemukan kebenaran yang tersembunyi di dalamnya. Ini bukan hanya tentang menerima bahwa orang lain mungkin juga benar, tetapi leb…
