AtomicEssay

AES115 The Pain of Marie Colette Pt.13

SamBinpenulis arsip3

Di “chapter” sebelumnya Marie bertemu dengan seorang gadis pemburu, bernama Priviina Zelevki, penduduk lokal yang kebetulan mendukung pihak “Gov”, berbeda dengan penduduk lokal lainny ayang mendukung Corvelas. Marie bertemu dengan Priviina di tengah-tengah hutan, tepat saat Priviina sedang mencoba memburu makan siangnya, seekor rusa liar dengan senapan “Mosin Nagant-nya”, keduanya bertemu dengan kejadian yang begitu mengkagetkan, Marie hampir menembak Priviina, untungnya Priviina sudah pernah bertemu dengan tentara seperti Marie, membuat Priviina begitu santai saat pertama melihat Marie. Priviina adalah seorang gadis yang cukup santai dan “rebel”, buktinya saja ia mencoba berburu tanpa bantuan orang lain, orang tua Priviina sendiri tidak pernah menyetujui Priviina untuk berburu, ayah dari Priviina adalah seorang buruh pabrik, sama seperti ibunya, aslinya Priviina diajak untuk bekerja seperti kedua orangtuanya, Priviina sering bolos sekolah, ia lebih suka kehidupan bebas, ia tidak suka disuruh-suruh orang lain.

Semua cerita ini langsung muncul dari Priviina sendiri, Priviina dan Marie mengenalkan dirinya masing-masing, menceritakan kisah hidupnya, Marie juga sempat ditanyakan terkait alasannya ikut menjadi seorang pasukan “Southland Rangers”. Sebagai seorang tentara Marie cukup antusias, keluarganya mendoktrinkan Marie untuk menjadi seorang patriot bagi “Govs”, saat ditanyakan tentang topik ini, gaya bicara Marie berubah, ego Marie meluap sambil menceritakan kisahnya, sedangkan Priviina cukup tertarik dengan topik pembicaraannya, membuat Priviina takjub dengan cerita-cerita dari Marie. Kurang lebih keduanya mengobrol bersama selama perjalanan, sampai keduanya datang dan berhenti di salah satu pos “Westland Rangers”, Priviina adalah warga lokal, karena ini Marie sempat takut jika ia akan ditangkap dan dikira seorang mata-mata, kenyataanya berbeda, Priviina ternyata sudah dikenal oleh banyak pasukan “Westland Rangers”, banyak pasukan menyambut Priviina, di pos tersebut terlihat seorang pria berseragam lengkap seperti seorang komandan , bertopi komandan, menggunakan seragam rapih dengan hiasan bajunya yang sangat flamboyan, pria tersebut memanggil Marie, ternaya ini adalah Marcel, Marcel menunggu di pos ini sambil mengirim beberapa pasukan untuk mencari Marie, mengira ia hilang tersesat atau ditangkap musuh, Marcel cukup senang dengan kedatangan Marie, kehadiran Priviina cukup membuat Marcel bingung dan curiga, awalnya Priviina hampir mau diinterogasi dan ditahan, untungnya Marie bisa menjelaskan apa yang terjadi sebelumnya, menghilangkan rasa curiga Marcel kepada Priviina.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES230 To Facilitate

To Facilitate Dalam sebuah acara besar, contohnya seperti acara “Earth Hour” akan dan pasti melibatkan banyak orang dan panitianya sendiri biasanya mempunyai struktur dan sistem pengaturannya sendiri, salah satu peran yang dapat ditemukan dalam acara-acara ini adalah seorang fasilitator, peran seor…

SamBin10
AtomicEssay

AES229 Tahura 2023

Tahura 2023 Taman Tahura adalah sebuah situs sejarah dari jama penjajahan Belanda dan Jepang pada jaman Indonesia saat kemerdekaan, kedua gua yang dibangung di tempat yang sama, hanya berbeda periode dan tahun. Situs sejarah menandakannya sebuah peninggalan kuno, kadang kala aku sering mempertanyak…

SamBin00
AtomicEssay

AES228 Ekspektasi Terlalu Jauh

Ekspektasi Terlalu Jauh Hari ini aku mencoba menantang diriku sendiri untuk melakukan 4 kegiatan yang berbeda dalam satu sesi kegiatan sekolah dari jam 7 pagi sampai jam 1 siang. Menantang diri sendiri melakukan yang cukup banyak dalam sehari itu cukup sulit, tetapi kadangkala pemikiran “sulit” itu…

SamBin00