AES119 Medievalism and Modernism

Akulturasi adalah sebuah hal biasa yang terjadi di jaman-jaman modern kali ini, tapi kadang kala terdapat sebuah batas, menggabungkan hal yang berbeda, contohnya budaya lama dengan budaya baru, ini berlaku sama seperti teknologi jadul dengan modern, kadangkala ada perbedaan yang terjadi, perbedaannya sangat jauh, sampai tidak dapat diakulturasikan, sehingga salah satu aspek itu harus dipisah atau dibuang. Orang-orang hanya terpikirkan untuk menggabung budaya lama yang masih berbau aspek adat, suku, ras dan teknologi, dari semua aspek ini kebanyakannya berbatas dari budaya lama digabungkan dengan budaya lama yang mirip, budaya lama kadangkala tidak bisa digabungkan dengan budaya baru.
Perbedaan ini sebenarnya bisa dihilangkan, bisa diambil secara sisi visualnya, seperti tema “steampunk”, mengabungkan astetika industri teknologi uap dengan aspek-aspek teknologi yang modern, ini masuk ke salah satu kategori “retrofuturistic”, modern hanya di eranya saja, sehingga mempunyai batasan. Baru-baru ini saya sedang penasaran dengan tema “medival”, berhubungan saya sering melihat karya-karya yang melibatkan teknologi abad ke 14 dengan teknologi modern seperti persenjataan api dan perlengkapan militer, saya rasa ada keserasian dari dua unsur ini, contohnya saya membuat gambar seorang prajurit yang menggunakan helm “kettle hat” yang ditambah dengan sebuah baju zirah atau sebuah zirah rantai (chainmail), sisanya berpakaian seragam tentara di abad ke 14, tetapi dari ini saya mencoba menambah aspek modern, menambahkan sebuah rompi militer modern, hiasan kantong-kantong ini memberikan aspek modern, apalagi ditambah dengan sebuah senapan api abad ke-20.
Sejak mencoba menggambarkan kedua unsur ini, saya sering menemukan begitu banyak kombinasi yang serasi dan asetetis, seakan keduanya masih mempunyai kaitan, meski perbedaan dari sisi realistisnya, contoh aslinya adalah gambar yang saya buat, bisa dilihat di bagian teratas tulisan ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES230 To Facilitate
To Facilitate Dalam sebuah acara besar, contohnya seperti acara “Earth Hour” akan dan pasti melibatkan banyak orang dan panitianya sendiri biasanya mempunyai struktur dan sistem pengaturannya sendiri, salah satu peran yang dapat ditemukan dalam acara-acara ini adalah seorang fasilitator, peran seor…
SamBin10
AES229 Tahura 2023
Tahura 2023 Taman Tahura adalah sebuah situs sejarah dari jama penjajahan Belanda dan Jepang pada jaman Indonesia saat kemerdekaan, kedua gua yang dibangung di tempat yang sama, hanya berbeda periode dan tahun. Situs sejarah menandakannya sebuah peninggalan kuno, kadang kala aku sering mempertanyak…
SamBin00AES228 Ekspektasi Terlalu Jauh
Ekspektasi Terlalu Jauh Hari ini aku mencoba menantang diriku sendiri untuk melakukan 4 kegiatan yang berbeda dalam satu sesi kegiatan sekolah dari jam 7 pagi sampai jam 1 siang. Menantang diri sendiri melakukan yang cukup banyak dalam sehari itu cukup sulit, tetapi kadangkala pemikiran “sulit” itu…
SamBin00