AtomicEssay

AES124 Lika Liku dan Gebrakan Menjadi MABA

Saskia Electrapenulis arsip2

“Sas, gimana kabarnya disana?” 

Gimana ya kabar aku, aku sendiri yang menjalani bingung gimana cara jawab pertanyaan ini. Seperti orang pada umumnya, reflek pertama adalah “hi, kabar aku baik kok”. Tapi aku jadi bingung, apa bener kabar aku lagi baik-baik aja. Rasanya ada banyak pilihan kata lain yang bisa aku gunakan untuk menjelaskan state of mind aku saat ini. Mungkin jawaban yang lebih tepat adalah, I’m surviving in the moment

Mungkin semua orang berasumsi bahwa “oh si saski, gokil juga keren kuliah ke Belanda, pasti seneng banget dia”. Ya enggak salah sih cuma enggak sepenuhnya benar juga. Kalau aku analisa lebih lanjut sih aku tuh kayaknya masih di fase “kaget” dengan semua ke-baru-an yang menghantam aku di waktu yang sama. Karena the truth is, change is fun in the most annoying way possible. Satu sisi, aku seneng banget bisa dapet kesempatan ini, merantau ke tempat yang jauh, mendapatkan quality education di bidang yang sangat aku minati. Pastinya amat sangat bersyukur juga bisa bertemu dengan teman-teman kuliah dari seluruh penjuru dunia, bisa diajak diskusi tentang banyak hal dan pastinya menambah sudut pandang ku. 

Tapi di sisi lain ada banyak rasa takut dan sedih yang perlu aku proses, sendiri. Aku kira perasaan-perasaan ini nggak akan se signifikan dan menusuk ini. Sebagai anak sulung dengan zodiak aries, sudah biasa apa-apa bisa sendiri, ga begitu sering bergantung sama orang lain. “Aman lah ya aku” itu yang selalu aku pikirkan sebelum sampai disini. Ternyata nggak, aku terlalu kepedean sih, ternyata berat banget jauh disini sendiri. Mungkin iya, aku tetap jadi orang yang mandiri dan bisa apa-apa sendiri. Dan itu benar-benar membantu aku untuk bertahan hidup disini, aku bisa memenuhi kebutuhan ku sendiri; dari masak, cuci piring, cuci baju, bersih-bersih, belajar, dan lain-lain. 

Cuma namanya hidup mah bukan cuma urusan perut kenyang dan baju bersih. Karena kehilangan teman-teman nongkrong itu se ngaruh itu sama hidup aku, biasanya tiap kali nongkrong di Bandung sama teman-teman tuh selalu aja ada momen ngakak sampe sakit perut. Kebiasaan-kebiasaan rutin yang bisa aku lakukan bersama Kiran dan Jose hilang; nonton bioskop, nongkrong, masak-masak, nginep bareng, bahkan cuma sekedar makan siang bareng. Kangen sih, dengan semua kehangatan yang biasanya ada hampir setiap hari. 

Tapi akhirnya, saat ini memasuki bulan ke dua di Rotterdam, dan satu bulan jadi mahasiswa mulai terlihat banyak perubahan. Pelan-pelan aku mulai nemu nih teman-teman yang asik diajak nongkrong, aku juga pernah masak-masak bareng mahasiswa Indonesia lainnya. Banyak juga spot-spot di kampus yang aku sukai, plus aku juga mulai explore tempat-tempat seru lainnya di berbagai sisi Rotterdam. Jadi ya emang kadang-kadang solusi paling bener itu sabar sih, karena semua butuh waktu. Enggak usah rusuh-rusuh amat. Dan enggak bisa di buru-buru juga. 

Walaupun masih ada hari-hari dimana aku sedih, merasa insecure karena kok kayaknya classmates aku tuh jauh lebih pintar dari pada aku. Atau kadang merasa bersalah karena hari ini belum bisa maksimal belajar nya. Tapi ya sudah, mau gimana lagi. Dulu aku orang yang paling kesel kalau di nasehatin “yaudah jalanin aja” karena kesan nya kayak enggak ada effort nya gitu. Tapi ternyata, cukup bertahan aja udah hebat kok, enggak setiap hari harus “keren” juga gapapa. 

Dua bulan di Belanda mengajarkan aku untuk memaafkan diri aku atas perjalanan yang tidak sempurna ini, karena tidak harus sempurna juga kok untuk bermakna. 

Komentar (2)

Andy Sutioso

Waah finally, ada kabar dari Rotterdam. Terima kasih banyak atas ceritanya. Ditunggu kelanjutannya, episode berikutnya...

mmatheusaribowo

Yeay! Salam pergowesan dari Rotterdam. "yaudah gowesin aja!" hahahai

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES126 Tanda-Tanda Tanda Tanya

Semalam sebelum aku tertidur aku bertanya “Besok pagi mau sarapan pake telor dadar atau telor ceplok ya?” Lalu, saat bangun tidur aku bertanya “Kira-kira kalau aku dulu milih kampus yang berbeda, hidup aku sekarang kayak gimana ya?” Bahkan saat melangkah masuk metro line B pun muncul pertanyaan “Ap…

Saskia Electra10
AtomicEssay

AES125 Semuanya Tiba Tiba

Rasanya kehidupan belakangan ini banyak elemen ‘tiba-tiba’ nya deh, dalam beberapa konteks. Walaupun secara garis besar ku masih ngerasa ling-lung menjalani rutinitas baru ku disini; perlahan tapi pasti mulai lebih terbiasa. Sekarang sudah jauh lebih kenal dengan teman-teman, hafal nama gedung dan…

Saskia Electra32