AES127 resolusi
Saat tahun baru, aku membuat resolusi tahun baru. Resolusi tahun baru ini bertujuan untuk membangun kebiasaan baik dan menghilangkan kebiasaan buruk. Contohnya, memulai hidup sehat, menjadi lebih produktif, atau mengurangi main media sosial.
Masalahnya, membentuk kebiasaan ini cukup tricky dan membutuhkan konsistensi. Menurut penelitian yang dilakukan di Edith Cowan University, resolusi tahun baru milik kebanyakan orang cuma bertahan sampai beberapa minggu aja. Penelitian lainnya juga mengatakan kalau cuma 8% orang yang berhasil menjalankan resolusi tahun barunya. Sayang sekali ya...
Ada beberapa alasan kenapa proses membentuk kebiasaan baru kamu bisa gagal. Lalu apa aja sih alasannya?
1.Tujuan yang gak spesifik dan realistis
Alasan kenapa tujuan kamu sering gagal adalah karena tujuan tersebut gak spesifik. Contohnya, kamu memiliki tujuan untuk rutin berolahraga di tahun baru. Nah, sayangnya tujuan ini sebenarnya masih terlalu umum karena belum memiliki detail yang jelas. Tolak ukur “rajin” di sini berapa kali dalam seminggu? Berapa menit kamu akan olah raga?
Di sisi lain, tujuan kamu mungkin gagal karena gak realistis. Misalnya kamu bikin goals untuk workout 30 menit, lima hari dalam seminggu. Kalau baru pemula dalam workout, tentu wajar merasakan kewalahan dan gampang capek. Oleh karena itu, tujuan tersebut kurang realistis karena gak mempertimbangkan kemampuanmu saat ini.
2. Prokrastinasi yang mengarah jadi “bolos”
Alasan berikutnya kenapa tujuan kamu selalu gagal adalah sering melakukan prokrastinasi atau menunda-nunda melakukan perilaku tersebut. Hal ini biasa terjadi ketika kamu lagi sibuk atau memang gak bersemangat.
3. Fokus pada “menghilangkan” kebiasan buruk
Resolusi tahun baru yang sering dibuat bertujuan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk. Misalnya berhenti merokok, mengurangi makan junk food, atau menghilangkan adiksi sosial media.
Sebetulnya tujuan ini tidaklah salah. Akan tetapi, sebuah riset menunjukkan bahwa tujuan menghilangkan kebiasaan buruk cenderung kurang efektif dibandingkan tujuan membangun kebiasaan baik. Hal ini karena tujuan untuk menghilangkan kebiasaan buruk dinilai kurang jelas dan tidak menyelesaikan akar masalah.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES203 Eksplor Braga 17+24/01/2023
Braga yang kita kenal, adalah satu jalan searah yang sering di jadikan pilihan untuk "hangout" dengan teman-teman atau keluarga, dan di jadikan tempat wisata. Namun ternyata Braga lebih dari itu. Setelah aku pergi keliling Braga yang ternyata lebih dari hanya satu jalan searah, aku seperti pergi ke…
AES202 Babarengan cirikhas SMIPA
Babarengan sudah jadi ciri khas kegiatan di Smipa, semua jenjang melakukan kegiatan ini. Kegiatan babarengan dilakukan bisa bersama orantua, kolaborasi antar jenjang, dan perkelas itu sendiri. Babarengan biasanya identik dengan main bersama, lepas dari kegiatan belajar dan ujian yang telah selesai.…

AES201 Perjalanan Magang
Akhirnya aku telah melaksanakan magang selama 3 bulan, kegiatan ini adalah proses wajib KPB. Lika-liku selama 3 bulan yang tidak sebentar itu ku lewati. Untungnya aku bisa menyelesaikannya dengan bermakna. Banyak pengalaman dan cerita baru yang kujalani. Beruntung sekali aku bisa menjalani proses m…