AES132 Conclave

Ada sesuatu yang menarik ketika agama dan politik bersinggungan dalam satu ruang yang sempit. Conclave adalah film yang membawa kita ke dalam proses pemilihan Paus baru, sebuah ritual sakral yang ternyata lebih banyak drama politiknya daripada yang kita kira. Awal film terasa lambat jujur saja, aku sempat berpikir “Oke, ini hanya film tentang orang-orang tua berdebat dalam ruangan tertutup.” Tapi semakin masuk ke pertengahan, semuanya berubah, Intrik mulai terjalin, kepentingan mulai bertabrakan, dan plot twist mulai muncul satu per satu.
Ini bukan sekadar tentang memilih pemimpin gereja, ini tentang bagaimana manusia bekerja dalam sistem kekuasaan. Bagaimana seseorang bisa naik, bagaimana seseorang bisa jatuh. Hal yang patut diapresiasi dari film ini adalah bagaimana cerita yang sesederhana pemilihan Paus bisa dibuat serumit itu. Tidak ada adegan aksi, tidak ada efek spesial yang mewah, hanya permainan kata, ekspresi, dan strategi. Tapi justru di situlah letak keindahannya.
Dan jangan lupakan scoring musiknya, ciamik banget! Ada momen-momen di mana alunan musiknya begitu pas, menambah ketegangan dalam setiap keputusan yang diambil oleh para Kardinal. Pada akhirnya, Conclave adalah refleksi dari realita politik hanya saja kali ini terjadi di dalam tembok Vatikan. Calon Paus yang tampak suci pun tetap manusia, dengan ambisi, ketakutan, dan strategi. Film ini mungkin tidak punya hype sebesar film Oscar lainnya tapi bagi yang menikmati politik, konspirasi, dan permainan kekuasaan dalam ruang tertutup ini adalah mahakarya yang layak diapresiasi lebih.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES176 Perfect Days: Bagaimana Cara Mencintai Kesederhanaan?
Baru-baru ini aku nonton Perfect Days karya Wim Wenders, dan rasanya langsung nyambung banget sama pengalaman nonton Taste of Cherry dari Abbas Kiarostami. Keduanya bisa dibilang “slow cinema” murni, tapi punya rasa yang kontras meski sama-sama minimalis. Taste of Cherry terasa lebih gelap dan filo…

AES151 Apakah Ini Akhir Dari Mission Impossible ?
Halo semuanya... Iya saya tahu, udah satu bulan saya nggak nulis di AES. Bukan karena saya jadi produktif atau pergi meditasi ke Ubud, tapi karena... server Ririungan sempat down dan saya lupa kalau saya punya akun di sini. Bener-bener lupa, kayak mantan yang udah lama nggak ngasih kabar terus tiba…

AES146 Jumbo: Indonesia Butuh Film Ini
Kemarin aku baru aja nonton film Jumbo, animasi Indonesia yang lagi ramai diperbincangkan. Dan sumpah dari sebelum masuk bioskop aja, euforianya udah terasa banget! Bayangin antrean panjang, orang-orang pada excited ada yang bawa anak, ada yang bawa temen, bahkan ada yang foto-foto di posternya. Ak…
