AES133 pembelajaran di KPB
Awal Masa Pembelajaran di KPB
Banyak sekali hal yang telah ku pelajari di KPB. Walau tidak ada pelajaran, tapi hal lain yang lebih bermanfaat menurutku, dapat aku pelajari. Dari kelas 10, banyak sekali proyek yang aku lakukan, kurang lebih ada 7 proyek yang dikerjakan, dan tentu saja berbeda-beda. Mulai dari semester satu, ada berkebun. Pada saat itu kelompok ku ingin menyelesaikan masalah yang ada di kebun belakang Smipa. Banyak daun berserakan dan kebun yang kosong.
Akhirnya kami coba untuk menanam berbagai macam tumbuhan di kebun, saat itu tidak langsung berhasil. Tentu saja kami trial and error tanaman apa yang cocok dan bertahan. Walau sudah riset tapi hasil yang disajikan berbeda. Hampir 5 tumbuhan yang diuji cobakan. Kemudian dari daun yang berserakan di kebun belakang, kami masukan di proyek Kertas Daur Ulang.
Walaupun pada saat itu sedang pandemi, kami tetap menyempatkan diri untuk ke sekolah masing-masing individu, untuk merawat kebun. Ada cerita lucu saat berkebun, saat itu kami coba untuk kolaborasi bersama adik-adik TK. Kemudian kami coba untuk membuat video cara menanam dan diberikan ke adik-adik, tentu saja kami butuh aktor yang mencontohkan berkebun. Jadi kami pilih Haegen untuk jadi aktornya, secara dia kaku saat mengobrol apa lagi ini di depan kamera. Karena kami ingin videonya menarik, jadi kami coba untuk merias Haegen sebagai aktor video “Cara Menanam Kangkung”, kami buat mahkota, dan jubah karena tema adik-adik TK pada saat itu adalah kerajaan. Hal itu sangat lucu membuat kami tertawa senang.
Ada lagi cerita lucu yang kami alami saat proyek berkebun. Pada saat itu kami menanam singkong di kebun, karena Pak Iwan pernah menanam singkong, maka kami coba untuk menanamnya juga. Karena jangka waktu singkong sampai tumbuh cukup lama, sampai tertinggal oleh kami dengan kenaikan kelas. Pada saat itu kami juga rajin merawat tanaman singkong ini. Namun saat di cek untuk singkongnya diambil, ternyata busuk. Entah kenapa bisa busuk padahal belum juga di panen. Mungkin dimakan oleh binatang atau serangga yang ada di tanah. Tentu saja kami sedih karena tadinya ingin kami olah tapi gagal.
Untuk daun kering yang ada di kebun tadi, kami olah digabung saat membuat kertas daur ulang. Proyek ini masih berlangsung sampai saat ini. Awal proyek berlangsung kami banyak trial and error pada pembuatan kertasnya, sampai akhirnya kami menemukan satu cara untuk membuat kertas daur ulang sampai jadi. Dari cara membuat bubur kertas yang kami tentukan dengan cara di blender, kemudian daun kering yang dicacah sampai bubuk, cara cetak kertas yang efektif, dan cara mengeringkan kertasnya juga. Di proyek ini kami mengajak warga Smipa untuk menyumbangkan kertasnya. Setelah itu produk kertas kami jual. Namun gagal karena tidak ada yang berminat.
Dilanjut dengan proyek di semester 2 kelas 10. Ada banyak proyek yang dilaksanakan pada saat itu. Ada Belajar Mendesain, Membuat Pot Gerabah, Membuat Musik Video, Membuat Infografis, Galeri Seni, dan Pentas Seni. Benang merah dari proyek ini kecuali Pentas Seni adalah Galeri seni. Setiap bulan kami mengerjakan satu proyek, jadi satu bulan satu proyek. Cukup padat, malah sangat padat kegiatan kami pada saat itu. Tapi, dengan lika-liku yang kami dapat saat mengerjakan proyek, akhirnya kami bisa berhasil menuntaskannya.
Setiap proyek yang kami kerjakan, kami belajar terlebih dahulu kepada ahlinya. Kami mencoba untuk membuat kelas semesta. Dengan mengundang teman-teman KPB lainnya, dengan narasumber ahli sesuai topik proyek yang kami pilih, kelas semesta dibuat. Namun sayangnya tidak setiap kelas semesta yang kami buat ada yang datang, hanya sesekali saja teman-teman KPB lainnya yang datang. Itu pun entah kenapa tidak sampai akhir acara. Tapi tidak apa, karena kegiatan masih berjalan. Dari alumni, orang tua Smipa, sampai orang luar Smipa, yang menjadi narasumber kami.
Jika diingat lagi, sudah banyak kegiatan yang kami lakukan, bahkan pada saat itu masih kelas 10. Walaupun kami sering banyak dapat masalah, dan masukan dari luar KPB, kami tetap semangat melakukan proyek, tanpa mengambil hati omongan orang luar. Hanya jadi motivasi saja agar kami bisa berkembang lebih baik lagi.
*iklan*
Halo Warga Smipa, apa kabar!
Dalam rangka menggalang dana untuk live in Kelompok Gobak Sodor ke Gambung, kami menjual produk baru nih...Yaitu kalender dan notes! Terbuat dari kertas daur ulang yang ramah lingkungan, serta hadir dengan desain yang menarik. Produk ini EXCLUSIVE ya, karena dibuat sendiri oleh kami makannya untuk pembelian harus pre-order...
Bila tertarik untuk pre-order, bisa mengontak admin 081931390418 (Thania), atau kunjungi Instagram kami @sageproject_ , dan bisa juga kunjungi Warung Smipa....
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES203 Eksplor Braga 17+24/01/2023
Braga yang kita kenal, adalah satu jalan searah yang sering di jadikan pilihan untuk "hangout" dengan teman-teman atau keluarga, dan di jadikan tempat wisata. Namun ternyata Braga lebih dari itu. Setelah aku pergi keliling Braga yang ternyata lebih dari hanya satu jalan searah, aku seperti pergi ke…
AES202 Babarengan cirikhas SMIPA
Babarengan sudah jadi ciri khas kegiatan di Smipa, semua jenjang melakukan kegiatan ini. Kegiatan babarengan dilakukan bisa bersama orantua, kolaborasi antar jenjang, dan perkelas itu sendiri. Babarengan biasanya identik dengan main bersama, lepas dari kegiatan belajar dan ujian yang telah selesai.…

AES201 Perjalanan Magang
Akhirnya aku telah melaksanakan magang selama 3 bulan, kegiatan ini adalah proses wajib KPB. Lika-liku selama 3 bulan yang tidak sebentar itu ku lewati. Untungnya aku bisa menyelesaikannya dengan bermakna. Banyak pengalaman dan cerita baru yang kujalani. Beruntung sekali aku bisa menjalani proses m…