AES14 Kembali dan Selamat

Sebelum hari ini, perpaduan kata kembali dan selamat tak terdengar harmonis bagi saya. Kembali selamat. Lebih akrab jika 'kembali' berpasangan dengan datang atau pulang. Begitu pun 'selamat', ia lebih dekat dengan pagi, siang, malam, datang, atau jalan. Sedangkan kembali dan selamat tidak cukup dikenal sebagai sepasang yang "enak didengar".
Namun jodoh tak bisa diingkari, ya. Seperti kata Mbah Tedjo; "Kita bisa memilih menikah dengan siapa saja, namun tak bisa memilih hanya akan mencintai siapa." Begitu pula dengan kembali selamat. Seolah tak dekat, ternyata mereka karib.
Mulai dari diri sendiri; ukuran kita selamat selalu diukur setelah kita kembali ke tempat di mana kita berangkat. Seperti ketika saya pulang kampung, saat itu saya bisa disebut kembali dan selamat. Ketika saya pergi lagi ke tanah rantau, saya hanya akan disebut selamat di jalan. Karena saya pergi dan bukan ke tempat asal.
Dalam kisah yang lebih lawas dan terkenal; ada cerita bangsa Israel kembali dari Mesir ke Kanaan. Ke daerah asal mereka. Sehingga bangsa Israel kembali dan selamat. "Tidak lagi terjajah".
Ketika saya naik gunung juga ada istilah; tujuan kita naik gunung bukanlah puncak, tetapi pulang. Pulang berarti kembali dan selamat. Ada juga dalam sebuah perumpaan "Anak Sulung". Saya malah senang mengamati si Bungsu yang pergi dari rumah dan meninggalkan keluarganya. Ketika kemalangan mulai menghampiri, ia pulang dan sang Ayah menyambutnya. Ia pun selamat. Kembali dan selamat.
Bagi saya; menulis itu menyelamatkan saya. Entah sudah berapa bulan saya berhenti dari rutin menulis saya. Ada yang berbeda, ada yang kurang dari diri saya. Hari ini saya kembali. Semoga kembali ini juga berarti kembali dan selamat. Selamat dari colekan kak Andy misalnya (canda kak Andy).
Komentar (5)
Selamat kembali menulis ka Mamat.. gitu boleh ya..
[quote="innocentiaine"] Selamat kembali menulis ka Mamat.. gitu boleh ya.. [/quote] Mari kak Ine
Nulis terus ya, Kak. Kutipan Kak Mamat sdh saya capture jg di esai saya hari ini.
welcome back ka Mamat...
Keren esainya kak
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES138 1500 Kepingan Cermin di Ririungan Semi Palar
Malam ini saya ingin merespon tulisan Joe yang berjudul AES is More!, tulisan Joe yang ke 127. Buat yang belum baca silakan cermati dulu tulisannya melalui link di atas ini. Selama ini kebanyakan dari kita berpikir bahwa obrolan langsung jauh lebih baik daripada komunikasi melalui tulisan. Tapi tul…
AES02 menulis
Sebenarnya aku tidak begitu suka menulis. Bisa dibilang aku kurang jago mengutarakan emosi, menulis apa yang aku rasakan, menulis apa yang ada di kepalaku. Setiap kali ada kegiatan tulis menulis atau membuat tulisan pendek seperti ini aku pasti diam dulu untuk mengumpulkan energi untuk apa yang aka…

AES 703 Mempertanyakan
Akhir-akhir ini saya mulai mempertanyakan alasan saya menulis esai yang sudah saya lakukan setiap hari selama hampir 2 tahun. Tidak sampai 1 bulan lagi, tepatnya tanggal 20 Mei nanti, saya akan sudah menulis selama 2 tahun. Saya tahu secara pasti mengapa menulis setiap hari. Ini saya jadikan semaca…
joefelus12


