AES140 RIP Kebebasan Pers

Bau amis kepala babi dan tikus yang dijegal kepalanya tiba-tiba memenuhi kantor Tempo. Ini bukan sekadar kiriman iseng, bukan juga prank kelas berat ini adalah sebuah teror. Teror yang ditujukan pada media yang selalu vokal terhadap pemerintahan. Teror yang mengingatkan kita, bahwa di negeri ini kebebasan berbicara punya batas-batas yang ditentukan oleh mereka yang takut dikritik. Apakah kebebasan pers akan mati? Atau jangan-jangan, kita gak sadar kalau kebebasan pers sedang dikubur pelan-pelan.
Dibungkam lewat intimidasi, disensor lewat regulasi, dan dipelintir lewat propaganda. Dan sekarang setelah RUU TNI disahkan oleh DPR, muncul kecurigaan baru: Apakah ini upaya mengembalikan dwifungsi TNI seperti di era Orde Baru? Dulu Orde Baru mengontrol pers dengan tangan besi, media yang kritis diberedel, jurnalis yang vokal dihilangkan.
Sekarang apakah kita sedang berjalan mundur ke era yang sama? Di berbagai daerah, para demonstran turun ke jalan. Mereka berteriak menolak regulasi yang mengancam kebebasan, tapi apakah suara mereka akan didengar? Atau justru dibungkam dengan dalih "menjaga stabilitas nasional"?
Kebebasan pers harusnya jadi tiang demokrasi, bukan sekadar slogan juga bukan hanya pajangan di buku pelajaran PPKn.
Tapi kalau media terus diteror, dibungkam, dan dikekang, maka jangan kaget kalau suatu hari nanti yang tersisa hanyalah berita-beita pesanan. Dan saat itu terjadi, kita benar-benar harus mengatakan: RIP Kebebasan Pers.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES887 Berkata Cukup
Sejak beberapa hari lalu, kita dihadapkan dengan kejadian yang mengiris perasaan. Ratusan korban jiwa akibat banjir, ribuan rumah, kerusakan tak terhitung akibat banjir besar di Sumatera. Detailnya tidak perlu dituliskan di sini, skalanya tidak terbayangkan. Mengingat bencana tsunami yang pernah me…

AES861 Menyempitnya Ruang Sakral Kehidupan
Hmm, tetiba terlintas untuk menulis tentang ini. Gegara Sabtu lalu saya menghadiri pernikahan anak teman SMA saya. Upacaranya bagus banget, khidmat, khotbahnya menarik dan banyak mengajak refleksi diri terhadap proses saya berkeluarga selama ini. Khidmat, sakral, itu yang terasa, didukung oleh lagu…

AES 1500 The right Thing To Do
"They didn’t do it for recognition. They did it because it was the right thing to do." Lewat tengah malam pada tanggal 24 April 2018, kantor polisi di Michigan State mendapat panggilan telepon yang membuat jantung Letnan Mike Shaw hampir copot. Ada seorang pria yang berdiri di pinggir jembatan peny…
joefelus42
