AtomicEssay

AES143 Tarian favorit

nathaniapenulis arsip2

Selama bertahun-tahun aku menari Bali, ada satu jenis tarian yang kusukai. Namanya "Oleg Tamulilingan". Tarian ini, menurutku sangat cantik dan menggoda, membuat penonton jadi menikmati penampilan dan enggan untuk berpaling. Selama aku menari, pernah aku latihan tarian ini. Namun aku malah tidak bisa menarikannya, karena gerakan yang sulit, dan aku tidak bisa menahan tubuhku untuk menari selama kulang lebih 12-15 menit. 

Tari Oleg Tamulilingan adalah suatu bentuk tari Bali. Sebuah tarian cinta kasih yang bertutur tentang sepasang kumbang (jantan dan betina) yang sedang menjalin asmara di sebuah taman bunga.

Tari Oleg diperagakan oleh seorang penari laki-laki dan perempuan. Hal ini dimaksudkan agar bisa menggugah suasana sebuah taman, di mana lebah berdengung, mengumpulkan nektar dari bunga-bunga yang menunggunya. Para penari mewakili lebah jantan dan betina, di mana sang jantan yang genit mengejar betina dari bunga yang satu ke bunga yang lain. Meskipun lebah betina pada awalnya tampil menggoda, dia akhirnya menerima rayuan sang jantan. Gerakan penari perempuan dianggap lebih kompleks daripada penari laki-laki.

Tari ini terlahir pada tahun 1952 sebagai buah karya dan inovasi seorang I Ketut Marya. Tarian ini sendiri berasal dari dua kata dalam bahasa Bali, oleg berarti goyang dan tamulilingan yang berarti kumbang. Sebuah tari berpasangan yang diperagakan oleh penari laki-laki dan perempuan sebagai kumbang jantan dan betina.

 

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES174 Pancasila

Negara Indonesia adalah negara yang bersifat multikulturalisme, atau membunyai banyak sekali budaya yang berbeda-beda. Hal ini terlihat dari jumlah pulau, ragam suku, banyak agama, serta aneka macam budaya yang ada didalamnya. Banyaknya perbedaan itu tercermin dalam Pancasila yang memiliki semboyan…

nathania10
AtomicEssay

AES#035 Menyelami Bhinneka Tunggal Ika

Lima belas tahun yang lalu, aku ikut membantu Sony (waktu itu kami belum menikah) dalam pembuatan film pendek semi dokumenter untuk program literasi media The Habibie Center yang bertema perdamaian dan toleransi. Judulnya Fighting for Nothing. Film ini dibuat sebagai materi edukasi bagi remaja dan…

Murdeani10
AtomicEssay

AES843 Mendapat Apresiasi 2

Tulisan receh pagi ini. Foto di bawah ini adalah foto saya yang terpilih oleh Pexels dan difiturkan (featured) di platform tersebut. Sudah ada beberapa foto saya yang terkurasi dan difiturkan. Kali Ini sedikit lebih menarik karena momentumnya. Email notifikasi saya terima sehari setelah saya postin…

Andy Sutioso00