AES154 Ilusi Kemajuan

Beberapa waktu lalu saya dan tim mendiskusikan bagaimana ritme - keteraturan adalah hal penting dalam kehidupan manusia. Bagaimanapun hampir segala sesuatu di alam semesta ini berjalan dalam sebuah keteraturan. Siang dan malam, musim kemarau dan penghujan - di daerah katulistiwa. Bulan purnama, bulan sabit yang terus berputar dari waktu ke waktu.
Juga segala dampaknya terhadap makhluk hidup di manapun tinggal, tidak ada yang terlepas dari putaran waktu, ritme dan siklus alam. Pada dasarnya hal ini tidak bisa dihindari. Manusia dengan segala perkembangan teknologinya, semakin lama merasa semakin mampu melepaskan diri dari siklus alam. Berbagai temuan teknologi membuat manusia merasa bisa mengatasi alam - walaupun sebetulnya manusia hakikatnya adalah bagian dari alam dan juga berbagai siklusnya. Hal inilah yang menjadi sumber berbagai masalah bagi manusia dan kehidupannya.
Hal ini terus menjadi pemikiran saya - tentang bagaimana kita semestinya kembali menyelaraskan diri dengan ritme dan siklus alam. Sinkronisasi ini yang saya pikir akan membuat kehidupan manusia juga lebih harmonis dan lebih terkoneksi dengan segala siklus yang bergulir di alam semesta ini. Tentunya hal ini juga akan membuat manusia merasa lebih tenang dan lebih bahagia. Dalam hal frekuensi dan enerji, kehidupan manusia akan lebih berresonansi - dan saya kira ini akan membuat kehidupan manusia juga lebih membutuhkan lebih sedikit usaha - lebih effortless.
Yang menjadi tantangan adalah bahwa ikhtiar ini seakan berlawanan arah dengan arah kemajuan peradaban. Pagi tadi saya melihat filem di bawah ini, dari kanal Youtube favorit saya. Sustainable Human. Kemajuan, ternyata hanya sebuah ilusi, karena menjauhkan kita dari segala sesuatu yang hakiki...
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES887 Berkata Cukup
Sejak beberapa hari lalu, kita dihadapkan dengan kejadian yang mengiris perasaan. Ratusan korban jiwa akibat banjir, ribuan rumah, kerusakan tak terhitung akibat banjir besar di Sumatera. Detailnya tidak perlu dituliskan di sini, skalanya tidak terbayangkan. Mengingat bencana tsunami yang pernah me…

AES861 Menyempitnya Ruang Sakral Kehidupan
Hmm, tetiba terlintas untuk menulis tentang ini. Gegara Sabtu lalu saya menghadiri pernikahan anak teman SMA saya. Upacaranya bagus banget, khidmat, khotbahnya menarik dan banyak mengajak refleksi diri terhadap proses saya berkeluarga selama ini. Khidmat, sakral, itu yang terasa, didukung oleh lagu…

AES785 Pemimpin yang Holistik
Saya sempat menulis sebuah esai tentang siapa penerus Jokowi. Saat itu seingat saya masih di ujung periode pertama pemerintahan Jokowi, waktu itu Jokowi masih lurus arahnya dan masih bener langkah-langkahnya. Jadi saat itu saya sangat berharap ada sosok yang bisa menggantikan Jokowi dengan kinerja…
