AES158 Santai

Bukan kebetulan. Katanya memang semua sudah terencana apik. Saking halusnya sampai terlihat seperti sebuah kebetulan. Ternyata sudah tepat 6 bulan aku terakhir menulis. Waktu itu juga sedang santai, pagi menjelang siang saat rutin pagiku sudah selesai dan entah kenapa rasanya santai. Aku mulai membaca buku dan tergerak untuk menulis. Kejadiannya sama persis. Lucu kan, tapi aku merasa memang bukan kebetulan jadi aku akan menulis santai mengikuti gerakan hati untuk menulis walaupun tidak ada tema juga mau menulis apa. Sekarang aku mau menulis santai tanpa tema ah, sepertinya menarik.
Anyway aku ingat sesuatu yang mengagumkan. Katanya kita tidak memikirkan apa yang kita pikirkan. Loh? Lalu pekerjaan siapa itu?
Misalkan kita mengobrol atau berdiskusi dengan orang lain katakanlah sedang membahas A, apakah tema A yang sedang dibicarakan itu sudah dipikirkan sebelumnya baru dibicarakan atau mengalir begitu saja saat sedang dibicarakan dan saat itulah sebenarnya kita sedang berpikir? Hahaha teka teki yang cukup rumit ya tapi seru untuk dibahas lebih lanjut nanti.
Oh iya beberapa waktu lalu juga ada pertanyaan yang menarik. Intinya begini, "Bagaimana cara kita tahu apakah kita sudah berkembang?" Hmm ini layak diperdebatkan dalam diri, tanpa benchmark yang dapat terukur bagaimana caranya?
Ah setelah direnungkan dalam ternyata penjabaran kompleksku masih kurang membuatku puas, belum bisa menyimpulkan dalam satu kalimat lalu aku terus mengurasi semua kerumitan itu menjadi satu esensi penting. Akhirnya ada kalimat yang pas ada kalimat yang menurutku Sanya hari ini saat ini, kalimat itu memiliki makna paling indah, paling menyenangkan. Jawabannya cukup sederhana, semua terasa lebih ringan.
Nyatanya aku perlu memutar jauh, berkeliling naik turun, melewati semak belukar demi memetakan sebuah jalan pintas. Itulah proses, kata neurosains istilahnya neuroplasticity kata Daniel Kahneman istilahnya sistem 1 dan sistem 2. Seru kan? Saat menyadari kita sedang berproses menurutku rasanya lebih menyenangkan daripada tidak. Bisa jadi malah kita akan menganggapnya sebagai cobaan atau hal negatif lain. Sayang sekali.
Eh masih menyambung dengan berproses, saat ini aku merasa lebih mudah bergerak ketimbang memilih belajar sampai bisa atau paham betul dulu. Buatku ini suatu achievement besar. Tidak apa menjadi seorang pemula dalam bidang baru yang sama sekali belum pernah dilakukan. Tidak perlu menjadi seorang ahli dulu baru bergerak. Tidak masalah membuat kesalahan saat mencoba dibanding tidak pernah mencoba. Akhirnya aku dapat menikmati menjadi seorang pemula yang memiliki keterbatasan. Bagiku ini hal yang menguntungkan. Kapan lagi bisa belajar berkembang sebesar ini kalau bukan dari tahap awal pemula? Nikmati saja prosesnya.
Wah lumayan juga menjadi banyak tulisan. Santai pun punya batasan waktu ternyata. Kebebasan hadir saat disiplin dan dedikasi yang menjadi kewajiban telah terpenuhi.
Aku akan menunggu waktu santai ini datang lagi tanpa paksaan, dengan hati tenang dan perasaan gembira.
Semoga harimu menyenangkan
Komentar (2)
Nah iya kan kita makhluk spiritual, jadi badan dan pikiran kita adalah sekedar perangkat yang dititipkan pada kita... Di sinilah serunya... di sinilah juga muncul berbagai pertanyaan besar... Ya gapapa kalau memang ini adalah langkah kita masuk ke ruang kesadaran, mudah-mudahan kita tidak lupa mempertanyakan (menyadari pikiran-pikiran kita)... Terima kasih tulisannya, Sanya
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES161 Refleksi Pagi di Festlit
Jujur saja saat dihadapkan dengan banyak pilihan kita akan lebih banyak bingung namun dengan sedikit atau bahkan tanpa pilihan kita menjadi resah juga artinya apapun kondisinya kita semua cenderung mengeluh. Begitukah manusia?Setiap hari kita dihadapkan dengan berbagai pilihan. Dari mulai bangun ti…

AES160 Pertanyaan Akhir Pekan
Izinkan aku bertanya satu pertanyaan pada penghujung akhir pekan ini.Apa yang membuatmu bahagia hari ini?Jika aku yang mendapat pertanyaan tersebut maka aku akan berpikir sejenak lalu memutar ulang singkat apa yang aku lakukan semenjak pagi hari tadi hingga sekarang pada saat mengetik, lalu aku aka…
AES159 Somethin’ New
Ternyata, aku suka ngobrol.Aku suka ngobrol dengan satu orang saja lebih tepatnya karena jika sudah duduk bersama tiga orang atau lebih aku lebih suka menjadi pendengar. Rasanya sayang kalau melewatkan kesempatan mendengar pandangan banyak orang apalagi kalau bahasannya seru. Aku dapat banyak hal h…

