AES166 Kitab Cerita

Setelah mengobrol tentang beberapa penulis dan pencerita yang dapat menjadi nara sumber untuk festival literasi mendatang, ka Wit meminjamkan buku Kitab Cerita, Esai² Anak dan Pustaka, karya Setyaningsih. Wah punya bacaan untuk mengisi akhir pekan nih. Sudah cukup lama tidak membaca tentang pustaka Indonesia. Merasa gersang memang
Buku mungil ini ternyata menyegarkan. Esai demi esai terasa seperti tamasya ke masa lalu. Kujumpai banyak ulasan mengenai bacaan anak dan penulisnya sejak saat aku kecil, bahkan bertahun sebelum aku lahir. Ia seolah menarikku kembali ke masa SD, saat Agus Setiadi menghadirkan Enid Blyton ke Indonesia dan mengisahkan petualangan Lima Sekawan, Sapta Siaga, Si Kembar, st Clare, Malory Towers, dll. Pastinya aku termasuk Anak-anak Enid Blyton yang ia maksudkan dalam esainya tersebut. Saat itu bacaan import seperti serial Tintin, Asterix, Donald Bebek, dll., termasuk Lima Sekawan dan jajarannya memang mendominasi bacaan anak Indonesia. Konon para penulis seperti 'mengalami kegersangan ide karena ide cerita hanya berkisar tentang kedurhakaan, gembala, atau dramatisasi kemiskinan'. Memang tak terlalu banyak buku lokal yang aku baca dan ingat ketika SD. Baru di jenjang SMP, SMA aku bertemu buku-buku karangan Kembang Manggis, Arswendo, Hilman, dan majalah-majalah remaja seperti Kawanku, Hai, lalu melompat ke novel-novel dewasa muda dari Marga T, Mira W, dll.
Pada esai Suara di Aksara ia menjelaskan dengan apik keindahan bahasa Kate DiCamillo pada the Tale of Despereaux, terkait pentingnya mendongeng untuk anak. Sepakat betul, karena aku juga sangat suka cara Kate DiCamillo berkisah; indah! terlebih untuk dilisankan pada anak. Diistilahkan Setyaningsih sebagai kelisanan atau waktu untuk bercerita yang harus berjalan berbarengan dengan keaksaraan, karena menurutnya, 'sastra anak adalah sastra yang dibunyikan, lalu dibaca.'
Ada banyak lagi esai yang menarik untukku seperti Soesilo Toer, Bocah Tertawalah!, Piknik di Perpustakaan, dll. Nama penulisnya baru aku dengar. Lengkap ka Wit menginfokan pula akun instagramnya, @langitabjad. Wah masih sangat belia tampaknya. Tapi wawasan dan pengetahuan luas serta pemahamannya yang mendalam mengenai sastra dan pustaka terjabar baik dalam esai²nya, dengan diksi dan gaya bertutur yang juga terasa sungguh klasik. Buku yang keren ini.. 
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES31 menular..
“Kita sendirilah yang menentukan atau membatasi kapasitas kita dalam membaca” (Jane Healy, Endangered Minds) Bahasa adalah fondasi dari banyak hal. Ketika bicara tentang bahasa, tentunya tidak sekadar bicara tentang pelajaran bahasa di kelas. Kemampuan bahasa menunjukkan diri seseorang. Dengan dasa…

AES 647 Buku dan Air Mata
Masih seputaran Feslit dan buku walau saya sebetulnya tidak pernah tahu apa yang terjadi di festival Literasi Smipa. Saya hanya bisa membayangkan dari cerita-cerita, blogs dan juga foto-foto dari teman-teman dan membayangkan seandainya saya bisa secara fisik ikut serta. Maklum saya pencinta buku da…
joefelus20
AES47 FBO gasing
Hari ini ada FBO (Forum Bincang Orangtua) untuk orangtua kelompok Gasing, kelas 1-SD. Digagas oleh @mamakuri yang secara de facto terpililh menjadi Koordinator Ortu Kelas saat taki-taki 2 minggu lalu. Topiknya mengenai tahapan baca tulis di SD-1. Materi berupa video penjelasan telah dibagikan sebel…
