AES169 Nurani Diriku 2022
Nurani Diriku 2022
Sudah satu semester, tepatnya semester 2 ini di sesi pembelajaran di KPB kelas 11, dari semua kegiatan yang saya ikuti di KPB kelas 11 ini. Nurani adalah salah satu aspek yang saya pelajari dan kenali selama jalannya kegiatan di KPB, dari niat baik dan buruk, niat membantu atau rasa kepedulian antar teman satu kelas atau sebaliknya, semua kegiatan ini jatuh di atas unsur nurani sendiri, dimana bercabang dan memiliki fungsinya sendiri. Kegiatan nurani selalu berjatuh dengan topik sebelumnya, dalam proses saya mengikuti kegiatan proyek yang ada, beberapanya proyek inovasi kertas, proyek workshop kertas. Dari kedua proyek ini saya berusaha melatih kesadaran diri saya terkait niat baik saya, dan sambil mencoba bertingkah dengan bijak untuk mengontrol niat buruk saya, kedua aspek ini sering muncul secara tiba-tiba, biasanya yang terjadi adalah saya melakukan baik atau buruk secara tidak langsung tanpa menyadarinya, mengetahu kondisinya seperti ini, kadangkala saya terjebak dalam kondisi yang membingungkan, utamanya saat bertindak menangani situasi yang berhubungan dengan objek tersebut.
Dalam kegiatan saya sehari-hari, niat saya untuk berbuat baik tidak terlihat secara langsung dengan spontan, contohnya seperti niat saya untuk mengingatkan teman-teman saya terkait rutinitas harian, kebiasaan ini pernah saya lakukan, tetapi frekuensinya sangat minim, kadang saya teringat untuk mengingatkan tetapi kadang kala pernah merasa jika saya terus mengingatkan teman-teman saya, bisa berakhir dengan nasib dimana saya hanya termanipulasi untuk pengingat teman saja. Terkait dengan objek sebelumnya, niat baik saya sebenarnya tidak berhenti di situ saja, biasanya terlihat secara tidak langsung yaitu saat berbicara dengan teman-teman saya, sebisa mungkin saya menjaga konteks pembahasan saya, demikian saya bisa mendapatkan koneksi yang baik dengan teman-teman saya, untuk situasi ini biasanya berjalan seketika ada konteks pembicaraan proyek yang ditanggapi dengan serius, demikian saya berusaha memfokuskan objek itu, ditambah memikirkan apa yang perlu diprioritaskan.
Memutuskan apa yang baik dan buruk bukanlah sebuah keputusan yang berat bagi saya, setiap jalannya proyek inovasi kertas atau proyek workshop, peran yang saya dapatkan selalu dikerjakan dan dijalani tanpa berpikiri niat buruk, atau mementingkan kepentingan diri saya sendiri, seketika sebuah tugas muncul, biasanya saya langsung menyampingkan kepentingan lain terlebih dahulu, dan mengutamakan tugas utama, tetapi karena “biasanya”, jika ada sebuah kepentingan tertentu, biasanya yang dilakukan adalah mencoba mengalokasikan waktu tertentu, meskipun saya mengetahui tugas utamanya harus dijadikan fokusnya, tetapi kadang kala di situasi tertentu saya kesampingkan, demikian secara tidak langsung sering terjadi sebuah penghambatan, secara tidak langsung hal buruk terjadi tanpa disadari. Kesadaran diri saya selalu berjatuh ke kebiasaan yang tidak peduli dan tidak peka dengan lingkungan sendiri, kepekaan diri ini selalu berkaitan dengan semua permasalahan yang sering saya dapatkan.
Kepekaan diri terhadap lingkungan sendiri adalah sebuah keahlian yang tidak selalu saya miliki setiap saat, ketidak pekaan ini membuat saya cukup tidak bisa bertindak baik seketika saat berjalannya proyek, contohnya saat berjalannya proyek, membuat sebuah dokumen atau laporan, seketika tugas saya tuntas, saya biasanya kurang tahu apa yang bisa dibantu, ditambah tidak ada inisiasi yang muncul dari diri saya, demikian membuat saya terjebak dalam posisi sulit, dimana selama ini berakhir dengan kondisi saya hanya bisa diam saja. Demikian karena itu selama ini posisi saya selalu berakhir dengan membingungkan, mau mengambil posisi netral, tetapi berakhir dengan kondisi yang buruk atau baik, tanpa menyadarinya secara langsung.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES230 To Facilitate
To Facilitate Dalam sebuah acara besar, contohnya seperti acara “Earth Hour” akan dan pasti melibatkan banyak orang dan panitianya sendiri biasanya mempunyai struktur dan sistem pengaturannya sendiri, salah satu peran yang dapat ditemukan dalam acara-acara ini adalah seorang fasilitator, peran seor…
SamBin10
AES229 Tahura 2023
Tahura 2023 Taman Tahura adalah sebuah situs sejarah dari jama penjajahan Belanda dan Jepang pada jaman Indonesia saat kemerdekaan, kedua gua yang dibangung di tempat yang sama, hanya berbeda periode dan tahun. Situs sejarah menandakannya sebuah peninggalan kuno, kadang kala aku sering mempertanyak…
SamBin00AES228 Ekspektasi Terlalu Jauh
Ekspektasi Terlalu Jauh Hari ini aku mencoba menantang diriku sendiri untuk melakukan 4 kegiatan yang berbeda dalam satu sesi kegiatan sekolah dari jam 7 pagi sampai jam 1 siang. Menantang diri sendiri melakukan yang cukup banyak dalam sehari itu cukup sulit, tetapi kadangkala pemikiran “sulit” itu…
SamBin00