AES18 - Mampir ke rumah teman part 2

Hari ini teman-teman berkegiatan di Rumah Jojo, saat tiba kami mulai dengan waktu hening dan sedikit yoga, setelah itu kami menyampaikan maksud bertamu, dan kemudian disambut oleh Pak Philip dan Ibu Firma. Beliau menceritakan sedikit tentang kisah rumahnya. Bahwa bapak menemukan rumah ini tidak sengaja 12 tahun yang lalu.Rumah ini suasananya sepi dan jarang ada yang jualan karena untuk menuju kesini tidaklah mudah.
Setelah itu, kami melanjutkan kegiatan dengan hiking bersama ke salah satu bukit, dengan tujuan menikmati pemandangan Tangkuban Parahu dan Burangrang. Selama perjalanan kami juga memberikan misi-misi yang berkaitan tentang misi selanjutnya. Teman-teman menikmati sih prosesnya, selain membahas misi, ada juga yang excited pada hal lain, seperti mengomentari bentuk-bentuk rumah di sekitar komplek yang beragam. Mirip agen properti lah hehehe. Setelah sampai, kami pun istirahat makan snack, berdiskusi dan bermain rekorder di alam.
Menikmati suasana, diskusi dan bermain musik di alam
Setelah diskusi tentang tema selanjutnya, kami pulang sambil mencari daun pisang untuk liwet, setelahnya teman-teman memasak bahan yang dibawa secara urunan di rumah masing-masing.

Suasana masak dan membuat sambal
Kami dibagi beberapa divisi, ada yang membuat liwet, gorengan (tahu, tempe dan ikan asin), lalaban, buah potong dan membuat cincau yang dipandu juga oleh Pak Philip dan pada akhirnya berhasil membuat minuman sendiri. Setelah proses memasak selama 1 jam, akhirnya masakan selesai, selanjutnya teman-teman botram nasi liwet dengan alas daun pisang.

Hasilnya, beberapa teman merasa senang karena baru pertama kali makan dengan alas daun pisang bersama-sama. Bahkan Nico sampai nyeletuk "Ini lebih enak dari masakan hotel bintang 6 kalau ada, aslinya ga bisa berhenti nambah), bahkan beberapa teman ada yang nambah terus. Ah tentunya makan lebih nikmat kalau berjamaah dan ikut berkontribusi didalamnya. Memang tidak ada teorinya, hanya bisa dirasakan.
Sebagai penutup, setelah selesai berkegiatan, kami menampilkan sebuah lagu yang berjudul "Rumah Kita" yang dibawakan dalam mode paduan suara dalam balutan gitar, cajon dan recorder. Kami bisa merasakan suasana yang syahdu ketika lagu tersebut dialunkan di dalam rumah. Saya tertarik dengan salah satu petikan dari lagu tersebut.
Lebih baik disini, rumah kita sendiri..
Segala nikmat dan anugerah yang kuasa..
Semuanya ada di sini..
Sesuai dengan pesan di tema ini, yaitu mengembalikan kembali tradisi, keguyuban, semoga spiritnya terbawa juga di kelas, semoga teman-teman semakin bisa merasa, menikmati momen-momen yang ada saat ini dengan utuh.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES17 - Mampir ke rumah teman
Pembelajaran Smipa yang holistik dan tematik, tentunya 'memaksa' fasilitator untuk membuka seluruh panca indera dan hati untuk belajar dan merasa. Bukan sekadar menyampaikan olahan maupun pembelajaran, lebih dari itu, belajar di Smipa menawarkan pengalaman hidup dan memaknai proses belajar. Terkada…

AES16 - Bermusik
Salah satu ciri khas dari Smipa adalah kedekatannya dengan dunia musik. Menurut saya dengan bermainan dan bereksplorasi musik, dapat menjadi ruang untuk lebih 'merasa' dan 'berkomunikasi' dengan cara yang lain. Saat ini, di kelas Bengawan Solo sendiri sedang menggarap proyek musik. Awalnya kami men…

AES15 - Rapor pertama
Salah satu yang paling menantang di Smipa bagi saya adalah membuat rapor Smipa, memang hal ini ini sudah diwanti-wanti oleh kakak-kakak terdahulu, bahwa rapor Smipa adalah bentuk pertanggung jawaban kakak-kakak, yang memang tidak mudah untuk menceritakan proses anak secara holistik baik aspek nuran…
