AES180 Ke Depan, Sekarang

Melihat ke depan, berpikir sekarang. Bukan melihat sekarang berpikir ke depan. Kalau melihat sekarang berpikir ke depan, jadinya kepikiran. Sedangkan melihat ke depan berpikir sekarang, jadinya tindakan.
Kalau melihat ke belakang berpikir sekarang? Itu sih pemikiran, jadinya permintaan. Melihat ke belakang berpikir ke belakang? Kenangan. Okey… Cukup. Intinya, melihat ke depan berpikir sekarang.
Seperti ketika membangun rumah. Kalau melihat sekarang berpikir ke depan, jadinya rumah yang terbangun adalah tempat tinggal potensial. Tidak nyaman sekarang, bagusnya nanti di masa depan.
Sedangkan dengan melihat ke depan berpikir sekarang, jadinya rumah yang terbangun adalah tempat tinggal yang nyaman ditempati. Perlu penyesuaian ke depan untuk pengembangan masa depan.
Memang, kehidupan itu soal masa depan dan pemikiran itu soal masa lalu. Sedangkan, berpikir itu soal sekarang dan hidup itu soal saat ini. Saya jadinya memilih seperti yang tertulis di awal paragraf pertama.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

