AES199 Memaklumi

Pemaknaan adalah pemakluman. Sebutkanlah semua pemaknaan itu, segala ceritanya hanyalah soal memaklumi. Terlalu kecil, jadi maklum saja. Terlalu besar, jadi maklum saja.
Kepada yang terlalu, kita maklum. Kepada yang terlalu, kita memaknainya. Makanya pemaknaan adalah pemakluman. Bayangkan kalau si terlalu ini kita buang, tidak terlalu.
Tidak terlalu besar, pas. Tidak terlalu kecil, pas. Tidak ada lagi pemakluman. Tidak ada lagi pemaknaan. Hanya tersisa satu saja dari yang pas itu. Pemahaman. Bahwa maklum adalah awalan.
Awalan untuk membenahi, mengembangkan, dan bahkan menyempurnakan. Perihal-perihal yang pas kecilnya dan pas besarnya. Karena tidak terlalu, malahan pas. Yang terpahami, yang terkendali.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

