AES204 Well Being (Being Well)

Beberapa waktu lalu, entah di esai saya yang ke berapa. Saya sempat mengupload youtube video dari Sadhguru, saat dia berbincang dengan Annette Dixon di dalam salah satu forum yang diselenggarakan World Bank. Tema sentralnya adalah mengenai well being. Malam ini saya ingin menulis tentang topik ini.
Bagaimana menerjemahkan well-being, sederhananya, well-being adalah kebaikan menyeluruh yang dialami seorang individu. Ini definisi well-being menurut saya. Boleh dong sekali-kali mendefinisikan sendiri - tidak perlu liat KBBI atau Wikipedia. Kata menyeluruh mengandung makna bahwa well-being mencakup kesehatan badan, kejernihan berpikir, ketenangan batin dan lain sebagainya. Yang menarik dari Sadhguru adalah keyakinannya bahwa well-being sepenuhnya ada dalam kendali manusia. Kenapa begitu, karena semua hal tersebut di dalam diri manusia. Manusia yang mengenal dimensi dalam (inner dimension) kediriannya dan menyadari hal itu secara penuh bisa mewujudkan well-beingnya dengan lebih mudah.
Jadi kalau direnungkan, sebetulnya mewujudkan well-being itu cukup sederhana. Karena kalau segala sesuatu bisa dikendalikan dari dalam diri, menuju well-being adalah sesederhana menjadikan diri kita baik - being well. Semua hal yang terkait well-being : badan, pikiran, emosi dan enerji adalah empat dimensi kedirian yang sepenuhnya bisa kita kendalikan melalui kesadaran diri.
Contoh sederhana, kalau kita berpikir kebahagiaan itu dipengaruhi hal-hal di luar diri kita, kita akan sulit merasa bahagia, well-being akan sulit kita capai. Sejauh pengamatan saya banyak orang yang berpikir seperti itu. Bukankan hidupnya akan sangat menderita - karena kita nyaris tidak bisa mengendalikan hal-hal yang terjadi di luar diri kita. Jadi berpikir seperti itu adalah mindset yang tidak tepat. Karena menjadi bahagia adalah semudah kita memilih dan membuat diri kita menjadi bahagia, just be happy.
[jrEmbed module="jrYouTube" id="4"]
Photo by Jill Wellington from Pexels
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES451 Paska Rapotan
Tidak bisa dipungkiri, proses merapot di Semi Palar memang proses yang berat, kompleks dan tidak mudah. Karena pijakannya pendidikan holistik, konsekuensi logisnya adalah kita perlu berhadapan dengan kompleksitas anak-anak kita sebagai manusia yang sedang bertumbuh kembang, berproses menjadi manusi…

AES357 Can Tangtu
Entah kenapa pikiran saya melayang lagi ke kata-kata Aki Muhidin. Tapi kali ini bukan ke kata-kata nyaho, bisa, tuman dan seterusnya - tapi lebih ke kata-kata yang merangkai keseluruhannya : Can Tangtu. Saya pikir kata-kata Can Tangtu ini jadi sangat signifikan - di tengah rangkaian kalimat sederha…

AES351 Menulis : Merayakan Kehidupan
Kemarin saya menulis tentang Menyapa Pagi. Sebetulnya isi tulisan itu ga ada apa-apanya, tapi saat menuliskannya, frasa yang lain muncul di dalam benak saya, bahwa menulis itu adalah cara kita merayakan kehidupan. Merayakan, mensyukuri kehidupan yang dianugerahkan Tuhan kepada kita. Ini kan bukan h…
