AtomicEssay

AES215 Timeskip Concept

SamBinpenulis arsip3

Timeskip Concept

 

Pernahkah anda merasa kehilangan waktu, terasa waktu lebih cepat, 1 jam dalam sehari terasa seakan 1 menit, atau menjadi lebih pendek, seakan seketika menutup mata, dan membuka mata hari sudah menjadi malam. Perasaan ini selalu mengikuti orang-orang mau pun dimana, mau pun saat momen-momen terbaik atau terburuk. Seringkali saya mengalami kejadian ini, bagiku bisa saja ini adalah sebuah kejadian yang negatif, atau kadang kala bisa menjadi suatu hal yang bermanfaat dalam suatu waktu, pernah sampai saya mencoba menerapkan konsep ini saat mengantri, atau menunggu perpindahan jam ke jam, atau saat situasi tertentu, sifat ini hanya bisa diterapkan dengan melakukan dengan aktvitas dan sikap yang tertentu, tidak mudah dilakukan dan memiliki resikonya sendiri jika tidak diterapkan di area yang tepat. Contoh lompat waktu adalah setengah melamun sambil fokus ke satu objek dan memikirkan objek tersebut, atau mengerjakan kegiatan yang memerlukan kapasitas fisik atau setidaknya jari, contohnya saat mengetik “keyboard” atau menulis,

Mempercepat waktu tidak dapat dilakukan secara harafiah, tetapi dapat diterapkan dengan sikap dan “mindset” yang tertentu, satu sikap yang saya lakukan untuk “mempercepat” waktu adalah dengan mengurangi “awareness”, kewaspadaan kepada lingkungan sekitar, mengurangi frekuensi untuk melihat jam, atau dengan mencoba menjebak pikiran dengan memori lama yang paling berkesan, contohnya dengan mengingat-ingat orang-orang yang dulu masih ada, ditambah memikirkan seakan orang-orang itu masih ada, dari itu kita akan terjebak dalam masa lalu, tetapi seketika kita mencoba keluar dari lingkungan itu, kita secara tidak langsung akan merasa seakan ada momen-momen yang terlupakan. Melupakan dan mengurangi kesadaran diri tidak selalu hal yang baik untuk dilakukan, tetapi aspek-aspek negatif ini dapat dijadikan positif jika dimanfaatkan dalam situasi tertentu dengan tepat, demikian hasil yang didapatkannya bisa berbagai macam, tidak selalu cocok dengan yang diharapkan, melainkan bisa juga menjadi “outcome” yang lebih parah dari aspek negatifnya. Intinya untuk konsep ini sendiri bisa dianggap sebagai judi, hasilnya memang membingungkan, kadang bisa berguna, kadang hanya memperparah situasi saja, konsep ini hanya bisa digunakan di waktu yang tepat dan situasi yang tepat jika aspek-aspeknya tidak saling bertabrakan.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES230 To Facilitate

To Facilitate Dalam sebuah acara besar, contohnya seperti acara “Earth Hour” akan dan pasti melibatkan banyak orang dan panitianya sendiri biasanya mempunyai struktur dan sistem pengaturannya sendiri, salah satu peran yang dapat ditemukan dalam acara-acara ini adalah seorang fasilitator, peran seor…

SamBin10
AtomicEssay

AES229 Tahura 2023

Tahura 2023 Taman Tahura adalah sebuah situs sejarah dari jama penjajahan Belanda dan Jepang pada jaman Indonesia saat kemerdekaan, kedua gua yang dibangung di tempat yang sama, hanya berbeda periode dan tahun. Situs sejarah menandakannya sebuah peninggalan kuno, kadang kala aku sering mempertanyak…

SamBin00
AtomicEssay

AES228 Ekspektasi Terlalu Jauh

Ekspektasi Terlalu Jauh Hari ini aku mencoba menantang diriku sendiri untuk melakukan 4 kegiatan yang berbeda dalam satu sesi kegiatan sekolah dari jam 7 pagi sampai jam 1 siang. Menantang diri sendiri melakukan yang cukup banyak dalam sehari itu cukup sulit, tetapi kadangkala pemikiran “sulit” itu…

SamBin00