AtomicEssay

AES22 Ratu Kucing (2)

Kirana Kasihpenulis arsip2

Ketika rumahku selesai direnovasi, kami dan kelima kucing kami yang tersisa pun pindah. Kucing-kucing itu antara lain Putih, Sunny, Logan, Charles, dan Eric. Pada saat itu aku sedang duduk di kelas 6 SD akhir. Ketika kelas 7, Eric pun pergi karena sakit yang cukup parah sehingga tersisa 4 kucing. Di kelas 8, Putih juga pergi karena sakit. Tidak lama setelah itu, tetangga yang menjadi tempat tinggal Gisel saat kabur berkata akan pindah ke kota lain dan Gisel ingin dikembalikan. Gisel pun kembali ke rumah kami dan kami pun memiliki empat kucing lagi. 

Sejak kembali ke kami, Gisel tidak semanja dulu lagi. Dia tidak mau banyak dielus dan seringkali meronta-ronta ketika digendong (kecuali jika dia dikejar kucing lain dan kami gendong untuk diselamatkan). Sangat lama waktu yang berlalu hingga akhirnya Gisel percaya dan mau tidur di kasur bersama kami. 

Hingga terjadi satu insiden ketika Gisel mulai dekat dengan kami. Dia justru malah hilang dan tidak pulang. Setelah keliling berjalan-jalan dan bertanya ke tetangga yang cukup kenal banyak pemilik kucing di komplek, ternyata Gisel diambil. Dulu ketika Gisel pergi, ternyata dia tidak hanya tinggal di satu rumah, tapi sering juga mampir ke rumah lain. Pemilik rumah lain inilah yang mengambil Gisel. Katanya dia sudah lama tidak melihat Gisel dan akhirnya bertemu dan langsung dibawa ke rumah lainnya yang ada di Bandung. Tapi dia juga tau kalau sekarang Gisel tinggal di rumahku, dan awalnya meminta izin untuk mengambil Gisel.

Awalnya agak bingung bagaimana menolaknya. Karena kami sama-sama mau memiliki Gisel. Saat diambil pun katanya Gisel sakit, tidak mau makan dan hanya diam saja. Jadi awalnya mau mereka rawat dulu. Intinya, banyak hal yang dibicarakan saat itu dan berakhir kurang jelas, apakah Gisel akan kembali atau tetap di mereka. Namun akhirnya keesokan hari, Gisel dibawa dan dikembalikan pada kami. Sampai di rumah dia tampak sehat dan makan dengan lahap . 

Sampai sekarang, Gisel masih bertahan dan tinggal di rumah kami. Karena banyak makan dan tidur, badannya menjadi gempal dan sangat enak untuk dipeluk (sayangnya dia tidak suka dipeluk). Walaupun begitu, badannya lebih kecil dari badan anaknya sendiri. Dia juga suka untuk tidur di bawah selimut bersama kami. Sesekali saat suhu dingin pun dia duduk di atas pangkuan kami. 

Tapi sekarang, kakinya sedang sakit dan jadi pincang entah alasannya. Akhirnya dia pun tidur terus dan hanya keluar di sore hari untuk berjemur. Semoga dia bisa cepat sembuh dan tidak tidur lama seperti sekarang, ya walaupun biasanya pun dia tidur lama . 

 

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES71 Anta Riksa (2)

Matanya besar. Itulah hal pertama yang aku pikirkan saat melihat kedua kucing ini. Kedua matanya tampak besar dan cantik, perutnya cukup gendut juga sih. Anta memiliki ekor yang pendek karena agak bengkok, sedangkan Riksa ekornya panjang dan lurus. Warna keduanya sangat mirip. Wajahnya cukup berbed…

Kirana Kasih00
AtomicEssay

AES70 Anta Riksa (1)

Bukan mau ngomongin soal antariksa luar angkasa sih, tapi lagi-lagi soal kucing. Ya… dua ekor anak kucing berakhir tinggal di rumahku. Masih sulit untuk dipercaya sih, karena sangat tiba-tiba. Belum lagi kami baru saja memiliki satu kucing yang menjadi anggota keluarga baru. Cerita ini berawal dari…

Kirana Kasih20
AtomicEssay

AES67 Kucing Baru?

Beberapa hari lalu, terdengar suara kucing yang belum pernah aku dengar sebelumnya. Di daerah rumahku memang cukup banyak kucing yang ada, dan setiap kucing memiliki suara yang khas. Namun tiba-tiba, terdengar suara anak kucing yang tidak familiar. Saat melihat keluar, ternyata muncul seekor anak k…

Kirana Kasih00