AES226 Katakata

Katakata, yang seperti itu susah dan kami tidak mampu jadinya kami pakai yang seperti ini saja. Katakata tak terbantahkan, karena belum ada penawaran kami yang meyakinkan untuk jadi pilihan.
Katakata terlalu berisik, sehingga kami enggan mengusik. Jadinya tenaga untuk menguatkan penawaran teralihkan untuk menguatkan pendengaran. Tidak sempat mencipta karena katakata selalu paling berguna.
Katakata perlu melindungi diri, sehingga kami sibuk diajari mengkritisi sampai lupa mengkreasi. Repetisi jadi visi dan katakata adalah orientasi. Padat memenuhi sampai jadi boneka saja kami.
Katakata adalah mantra, katakata adalah senjata. Katakata kami lakukan saja di depan dan dia berkata saja di samping. Membuyarkan posisi samping yang sejatinya memberanikan malah jadi menakutkan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

