AES226 Self Made, Hand Made, Home Made

Kemarin pertama kali saya tidak posting tulisan saya. Jadi malam ini saya berhutang dua tulisan. Dua tulisan ini berhubungan juga. Tulisan ini adalah bentuk apresiasi saya buat teman-teman yang saya kisahkan di sini, juga apa yang mereka lakukan. Tulisan ini sebetulnya biasa-biasa saja. Yang istimewa adalah apa yang dikerjakan oleh teman-teman yang melakukan hal ini. Mudah2an ada yang bisa saya ceritakan lagi kalau saya punya pengetahuan lebih mendalam terhadap apa yang dilakukan / dikreasikan teman-teman ini. Sekian dulu pengantarnya, saya mulai ceritanya.
Salah satu kakak Smipa punya hobi dan kesibukan yang unik. Kak Lili sudah cukup lama mengeksplorasi cara membuat sabun dari minyak bekas. Persisnya bagaimana saya kurang tahu, saya hanya tau tipis-tipis saja caranya. Saya sempat bertanya, kak Lili juga sempat bercerita tentang apa yang dicoba dilakukannya. Saya belum pernah mencoba, tapi saya beruntung beberapa kali mendapat kesempatan menguji-coba sabun hand-made yang dibuat oleh kak Lili.
Recycling atau mendaur ulang, buat saya keren banget. Karena selama ini kita hanya tau membeli saja apa yang dibuat oleh pabrik dan dipasarkan di mana-mana. Konsumtif banget, jadi sekecil apapun kalau ada seseorang yang membuat sesuatu atau mendaur ulang, saya acung jempol buat dia. Kedua yang tidak kalah penting adalah hal-hal semacam ini tentunya ramah lingkungan.
Kak Lili, saya tahu sudah lama menekuni ini. Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan dari kak Lili bingkisan kecil. Saya agak menduga isinya sabun yang dibuat sendiri oleh kak Lili. Yang tidak saya duga, sabun yang dibuatnya keren bangeet. Bentuknya pohon Natal. Saya ga bisa mengerti bagaimana mengerjakannya, karena saya yakin prosesnya tidak sederhana. Harumnya enak. Tapi ya sayang banget memanfaatkannya karena bentuknya bagus banget. Hehe...

Tapi setidaknya cerita tentang ini sudah saya tuliskan di sini. Sekali lagi tulisan ini adalah bentuk apresiasi saya buat kak Lili dan apa yang dilakukannya. Salut! Mudah2an ini jadi inspirasi buat yang lainnya. Kalau koperasi sudah bergulir, produk kak Lili harus dipasarkan dan dipopulerkan di warungsmipa.id. Mudah-mudahan bisa ya. Oke saya akan menutup tulisan ini dan memulai tulisan berikutnya. Salam.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES568 Menabur Kebaikan Sepanjang Perjalanan
Masih dari catatan perjalanan Niis ke Gambung jilid 2. Saya menyimpan satu ide yang belum terlaksana di perjalanan sebelumnya. Yang menggembirakan ide itu terlaksana dan seperti judul yang dituliskan, hal ini mudah-mudahan jadi jejak kebaikan yang kami tinggalkan sepulang kami dari perjalanan terse…

AES311 Belanja Bahagia
Sejak bergulirnya Semi Palar CoOp (koperasi smipa), saya bisa tersenyum lebih banyak karena saya bisa mengurangi sampah yang dihasilkan. Tidak banyak, memang tapi setidaknya saya sudah dua kali belanja sabun cuci piring dan dua kali beli telur tanpa harus menghasilkan sampah. Walaupun sudah bawa ta…

AES171 WE DON'T HAVE TIME
Rasanya ini waktu yang baik untuk mengingatkan lagi bahwa Kita Tidak Punya Waktu, We just Don't Have Time. Kemarin COP26 di Glasgow dibuka di Inggris, dihadiri para pemimpin entah dari berapa negara yang hadir. Selama ini, setidaknya satu setengah tahun terakhir ini fokus banyak negara - termasuk I…
