AES228 Juggling (refleksi akhir tahun)

Tulisan ini saya mulai kemarin sekitar jam 10 malam. Setelah beberapa kali ketik hapus, saya tidak jadi menuntaskan tulisan ini. Kebanyakan mikirnya daripada menulisnya. Setelah pagi ini waktu hening dan beres-beres sedikit, saya nyeduh kopi dan memulai lagi tulisan ini. Jadi ini kali kedua saya berhutang menulis dan harus menulis 2 esai dalam satu hari.
Oke... simpulannya apa? Ternyata saya tidak terlalu pandai juggling. Tahu kan ya juggling, seperti yang di sirkus-sirkus terutama atraksi akrobatik? Orang yang bergantian melempar beberapa benda ke atas ditangkap lagi, lalu dilempar lagi begitu berulang-ulang, berusaha agar tidak ada yang jatuh. Yang lebih canggih ada yang bisa atraksi juggling pakai chainsaw.
Eniwei, kita semua kan punya peran banyak ya. Semakin dewasa, peran dan tanggung jawab kita semakin besar dan semakin banyak. Menambah peran atau tanggung jawab adalah Ibarat kita menambahkan satu benda lagi ke hal yang harus kita seimbangkan, kita lempar tangkap terus dari waktu ke waktu. Bagaimana kita bisa melakukan juggling dengan baik, sederhananya kita harus bisa memberikan perhatian yang sama terhadap semua hal yang sebetulnya penting buat kita. Nah menyeimbangkan peran itu yang jadi semakin sulit. Saya masih harus belajar membagi perhatian terhadap hal-hal yang paling penting buat saya pribadi.
Tapi yang terpenting dari proses juggling ini adalah diri kita sendiri, orang yang melakukannya. Kita harus berdiri tegak, kalaupun harus bergerak, kita juga bergerak dengan penuh kesadaran. Bayangkan orang yang pusing kepala atau sempoyongan karena mabuk melakukan juggling, tentunya tidak mungkin bisa ya. Banyak hal akan jatuh dari tangan kita dan dan hal-hal itu akan jadi korban.
Di penghujung tahun 2021, saya menyadari hal itu. Ada hal-hal penting yang kurang saya beri perhatian. Dan ini perlu saya perbaiki, supaya hidup dan kehidupan saya juga lebih seimbang, lebih baik, lebih tenang. Saya sempat menuliskan tentang ini juga dalam esai saya yang judulnya Menjaga Keseimbangan. Semoga bermanfaat.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES885 Proses Spiritual : Refleksi Diri
Lewat tulisan ini saya ingin merekomendasikan satu kanal Youtube yang sudah saya ikuti bertahun-tahun. Kanal yang kontennya selalu bicara ke dalam ruang batin... Konten-kontennya selalu mendalam, reflektif banget - sesuai judul kanalnya : Reflections of Life. Narasumbernya, orang-orang yang hadir m…

AES848 Good Will Hunting : Shadow and Soul Mate
Malam kemarin saya menonton filem lama yang dibintangi dua aktor favorit saya, Robin Williams dan Matt Damon. Judul filemnya Good Will Hunting. Filem ini filem lama, dibuat tahun 1997. Pertama saya tonton sudah lama sekali, entah tahun berapa. Kemarin malam saya nonton lagi dengan apresiasi yang sa…

AES837 My Own Shadow Work
Beberapa waktu ini berusaha mendalami tentang Shadow Work. Satu konsep yang berpijak pada pemikiran Carl Gustav Jung tentang Individuation - proses menjadi manusia yang utuh. Proses Ini adalah mengenai bagaimana kita berusaha menyadari, menerima dan merangkul sisi-sisi gelap diri kita. Hal-hal yang…
