AtomicEssay

AES229 August Rush

Andy Sutiosopenulis arsip2

Menulis pendek saja malam ini. Walaupun bulan Desember, saya mau bercerita tentang satu filem musikal yang menurut saya bagus banget. Judulnya August Rush. Memang ga boleh cerita panjang-panjang kalo ga nanti malah jadi spoiler. Buat yang belum nonton, silakan cari filemnya. 

August Rush bercerita tentang satu anak (Freddie Highmore) yang sangat berbakat bermain musik. Kalau tidak salah istilahnya Prodigy. Anak terpisah dari orangtuanya dan musiklah yang kemudian mempertemukannya. Dia belajar musik di jalanan, sampai suatu waktu bisa jumpa dengan orangtuanya karena musik lah yang menghubungkan jiwa mereka satu sama lain. Dalam filem ini, adegan pertemuan Freddie dengan orangtuanya keren banget. Epic lah pokoknya.  

Permainan gitar Freddie ini juga luar biasa, sangat tidak konvensional. Sangat mengagumkan menyaksikan dan mendengarkan musiknya. Kalau ada istilahnya, mungkian paling dekat ya Finger Style. Bermain musik seperti ini yang saya bilang betul-betul bermain musik. Karena seakan tidak ada pakemnya. Musik adalah permainan nada dan bunyi, melalui melodi dan ritme. Hanya itu saja, bagaimana nada dan bunyi-bunyian dihasilkan, tidak terlalu jadi penting. Selama musiknya bisa dinikmati, ya itulah permainan musiknya. Yang memainkan bukan hafalan dan teori musik, tapi jiwa dan musikalitas si pemusiknya. Bermain musik begini ini yang tidak pernah mungkin diduplikasi. Guru musiknya di jalanan diperankan oleh Robin Williams - yang di dalam filem ini dipanggil Wizzard. Jadi sudah kebayang ya kualitas filemnya seperti apa. 

augustrush.jpg

Karena gaya musiknya musik jalanan, ya tentunya semangat Indienya jadi terasa sekali. Mirip seperti filem Begin Again dan Innocent Moves - keduanya sudah sempat saya tuliskan di Ririungan ini. Filem-filem seperti inilah yang saya sukai. Jadi ya, buat yang sempat membaca tulisan ini dan belum menonton filemnya, jangan lupa dicari dan ditonton. Kalau suka musik, saya hampir pasti filem ini pasti jadi salah satu filem terfavorit kalian. Selamat malam dan sampai jumpa di esai saya besok. 

gambar dari kitareview.com

Komentar (2)

aadmin

Nah, kalau yang ini saya juga udah nonton, Kak. Emang bagus banget ya. Betul, itu fingerstyle guitar dengan "open tuning"...

Murdeani

Wah ini saya tonton berkali2 kak...

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES079 Let's Begin Again

Okay... esai ke 79. Sempat bingung mau nulis apa... ada beberapa ide. Tapi week-end ini isi kepala saya banyak berisi hal-hal seputar kepindahan kita dari rumah lama (ning) ke tempat yang baru (jamroom) ini. Hari ini saya banyak chat dengan beberapa teman yang membantu beberes rumah baru ini. Ada o…

Andy Sutioso43
AtomicEssay

AES183 Whiplash

I’ve heard many good things about the film Whiplash, but I’ve only recently gotten the chance to see it. And it’s safe to say that it’s one of the greats, definitely will be considered a classic must-watch in cinema history in the years to come. Whiplash takes you on this intense emotional journey…

Rico31
AtomicEssay

AES330 Belajar dari Narasi Kehidupan (2)

Masih tentang narasi kehidupan - karena memang saya masih ingin terus menggali dan memperdalam pemahaman tentang kepentingan dan kekuatan narasi - dalam konteks pendidikan dan perkembangan peradaban. Pagi ini saya ingatan saya tetiba melayang ke salah satu filem yang pernah saya tonton. Filem ini g…

Andy Sutioso50