AES229 Menjadi Biasa

Arah perkembangan memang untuk menjadi biasa saja. Bergerak secara biasa saja, makan secara biasa saja, bicara secara biasa saja, dan hidup secara biasa saja.
Seperti gerakan yang selalu menjadi lebih efisien seiring frekuensi yang semakin bertambah, perubahan adalah suatu hal yang biasa. Seperti makanan yang beragam pilihan bahan dan cara makannya, pilihan adalah suatu hal yang biasa.
Seperti seringnya berdiskusi dengan mendengar yang proporsional bicara, semakin luas cara pandang semakin membiasa caranya bicara karena kesadaran guna-darma. Seperti yang hidupnya semakin terprediksi, semakin terpercaya.
Menjadi biasa, bisa jadi semacam membiasakan diri untuk menjalani yang tidak biasanya. Biasanya juga gitu, biasanya juga gini, dimana-mana juga biasanya blablabla... dst dll dsb, perlu dibuang.
Karena bertahan dengan yang biasanya malah menghambat diri menjadi biasa. Hanya terjebak di kebiasaan. Bahkan batu yang diam di tengah arus sungai saja, tidak bertahan pada kebiasaan. Setiap hari, bentuknya berubah.
Membiasakan diri dengan arus yang menerpa, karena dirinya ada dalam arus itu. Karena dirinya adalah arus itu sendiri. Menjadi biasa adalah membiasakan diri dengan yang tidak biasanya, keluar dari kebiasaan masuk kepada yang biasa.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

