AES247 Jas Hujan

Hujan koq malah pakai jas. Jas hujan. Dipakai dadakan, walau bukan di mobil seperti tahu bulat. Karena kalau tidak bulat, bukan topi saya.
Bundar itu, bukan bulat. Bedanya bulat dengan bundar, apa ya? Mungkin bulat itu seperti bakso, sedangkan bundar itu semacam meja.
Kalau meja bulat dan bakso bundar, rasanya gimana ya? Tetap enak lah. Karena rasa tidak bergantung bentuk, tergantung micin.
Bulat juga bisa untuk tekad. Dengan tekad yang bulat, menerobos hujan dengan memakai jas. Jas hujan. Hujan koq malah pakai jas.
Demi mencapai tujuan, hujan deras pun dilawan. Agar dapat menikmati panas pedas suguhan bakso dari penjual langganan.
Bakso bulat di atas meja bundar. Tidak langsung ditaruh begitu saja, perlu ada mangkuk yang mewadahi. Sendok garpu jelas sudah paketannya.
Kalau tidak ada, tak perlu menggerutu membuang muka. Hanya satu saja kita punya soalnya. Kalau dibuang, gak ada muka lagi kita. Tak dikenali.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

