AES258 Sesekali

Sesekali bukanlah solusi. Malahan bikin sesek kali. Semacam, lama tidak hadir kemudian di akhir tampil fenomenal. Berharap panas setahun dihapus hujan sehari.
Yaa… memang terhapus sih panasnya. Sehari. Yaa… memang fenomena itu penting. Untuk menemukan pola. Lanjut ke struktur. Sampai deh di model mental atau paradigmanya.
Sesekali itu sudah masuk ranah pola, lebih dalam dari fenomena. Jadi sehebat apapun di momen tertentu, rekam jejak lebih valid untuk menggambarkan realita.
Fenomena sesekali malah menampilkan pola, yang membuat struktur meminta digali. Untuk meninjau kembali latar belakang, orientasi, ekspektasi, dasar asumsi, dan kultivasi.
Dari sini terlihat kapasitas perkembangan dan kapabilitas pengembangan. Kalau struktur sudah kelihatan, mudah untuk melihat kebiasaan dan keterbiasaan. Karakter kan soal ini.
Apapun yang fenomenal itu, kalau sesekali hanyalah sebentuk jeda bagi konsistensi. Kalau pembelaannya adalah konsisten pada ke-sesekali-an, semakin jelas keliatan model mentalnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

