AES261 Selesai dan Berhenti

Selesai tidak berarti berhenti. Malahan penyelesaiannya ya dengan bertahan menunggu itu berhenti sendiri. Seperti mematikan pohon yang terlalu tua untuk bisa mati sendiri, mengikis akarnya dan memotong pucuknya adalah penyelesaian yang tidak berhenti di detik itu juga.
Bisa berbulan-bulan bahkan menahun baru berhenti. Selesai tidak berarti berhenti di saat selesai. Penyelesaian memerlukan waktu untuk berhenti. Seperti mematikan perkembangan karakter dari peran, tidak menghentikannya berkembang seketika itu juga.
Malahan, semakin berkembang karena karakter tersebut telah lepas dari ikatan perannya. Itu bisa menjadi apa saja, justru begitulah penyelesaiannya. Ia akan berkembang tak terkendali dan tak terkenali hingga memberhentikan dirinya sendiri.
Seperti sedang menunggu bus yang datang tepat waktu tiga jam dari sekarang. Sudah selesai usaha untuk menunggu bus itu karena percaya bahwa tiga jam dari sekarang sudah akan berada di dalam bus. Begitu pun, tidak berhenti lah ia menunggu bus itu tiga jam dari sekarang.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

