AES262 Mengalihkan

Biasanya kalau peran sudah dimatikan, karakter akan mengalihkan dirinya kepada daya guna. Seberguna apa itu di ruang lain. Persoalannya, sehebat apapun fungsi kalau tanpa peran yang terisi pada akhirnya hanyalah cerita stagnan yang abadi.
Daya guna cemerlang di kotak-kotak parsial, sebesar seluas sedalam apapun ya tetap kotak. Sehebat dan seberdampak baik apapun, ya tetap parsial. Semacam memberi makan kepada orang kelaparan di tengah perjamuan besar.
Merasa berguna karena memberi makan, malahan memperkuat pengalihan. Bukankah kita sedang berada di tengah perjamuan dengan makanan melimpah. Mengapa malah sibuk memberi makan dia yang kelaparan, dia yang juga tamu undangan perjamuan seperti kita.
Biasanya kalau peran sudah dimatikan, karakter akan mengalihkan dirinya kepada rasa berdaya dan rasa berguna. Merasa berdaya guna, merasa memiliki waktu, merasa ada tempat lain yang lebih baik. Merasa mampu, enggan mengampu.
Mengalihkan perhatian dari kenyataan hadir dengan menenggelamkan diri dalam kesibukan. Sibuk mengerjakan hal serupa di ruang berbeda. Bahkan di sana mereplikasi fungsi yang tidak dipenuhi di sini, dengan melupakan kalau bukan peran yang memilih fungsi malahan fungsi yang memilih perannya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

