AES267 Literasi : Landasan Proses Pembelajaran

Saya mulai dari sebuah pengandaian... Anggap saja sebuah cerita. Sekelompok orang dari berbagai latar belakang profesi dan keahlian diajak ke tepi sebuah sungai di daerah pedesaan. Air sungai mengalir jernih, suaranya gemericik, bebatuan di dasarnya tampak dengan jelas. Dari sudut tertentu, sinar matahari memantulkan cahaya dari aliran sungai yang mengalir perlahan. Bunga-bungaan tumbuh di tepian. Di sisi kiri dan kanan sungai tumbuh pohon2 besar yang rindang menaungi sungai itu, juga tepian sungai yang dihampari rumput hijau, dengan beberapa batuan besar yang berada di atasnya. Di latar belakang tampak pegunungan yang menjadi penanda garis cakrawala - peralihan antara permukaan bumi dan langit yang biru.
Kelompok orang itu hadir di sana, tiga orang datang dari kota besar, satu orang adalah fisikawan, bersama temannya seorang ahli matematika. Satu lagi yang datang bersama mereka adalah seorang seniman, pelukis dari studio seni terkenal di kotanya. Seorang seniman tari datang dari kota kecil di dekat desa itu bersama seorang sastrawan, penulis puisi dan cerita pendek yang karya-karyanya dikenal banyak orang. Dari desa itu datang seorang pemain musik tradisional yang mahir memainkan kecapi dan sulingnya.
Mereka semua diminta datang untuk mengamati, menangkap suasana, segala sesuatu yang ada di sana, apapun yang bisa mereka lihat dan rasakan, kemudian mereka diminta untuk mengolah dan mengekspresikan apa yang mereka tangkap, mereka cerap di sana menggunakan cara apapun yang mereka bisa ke dalam bentuk apapun.
Kisah selanjutnya terserah anda, apa yang anda bayangkan akan terjadi... Apa yang akan disajikan oleh sang ahli fisika, atau ahli matematika? Apa juga yang akan ditampilkan oleh sang pelukis dan seniman tari, karya apa yang akan dibuat oleh sang sastrawan dan penulis juga bagaimana sang pemusik tradisional menginterpretasikan apa yang ditangkapnya melalui alat musiknya. Apapun yang teman-teman pembaca imajinasikan, tidak terlalu penting. Tapi pada dasarnya itulah literasi, proses mengamati, mengolah dan mengekspresikan atau 'menuliskan kembali dalam berbagai bentuk'. Itulah literasi.
Yang perlu dipahami adalah bahwa tahapan awalnya adalah sama, mengamati dan mempersepsi (mencerap). Mudah-mudahan ilustrasi di atas ini bisa lebih menjelaskan apa yang disebut literasi - dalam artian yang lebih luas. Semoga bermanfaat. Salam.
Photo by Johannes Plenio from Pexels
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES868 Pesta Literasi
Tulisan ini agak terlambat munculnya. Terlambat karena memang belum bisa meluangkan waktu di tengah seminggu keriuhan Festival Literasi. Kemudian juga karena perlu waktu untuk mengendapkan berbagai proses dan pengalaman untuk bisa dituangkan ke dalam esai pendek. Berevolusi dari Festival Buku (Fest…

AES754 Lagi, Mengapa Menulis?
Dalam rangka Festival Literasi 2025, kembali saya menulis soal ini. Sudah sering saya menulis soal ini. Mudah-mudahan tidak bosan. Saya sendiri tidak pernah bosan karena beberapa keyakinan saya soal menulis. Keyakinan ini bukan hanya hadir karena sekedar nyaho bahwa menulis itu penting, tapi juga d…
Andy Sutioso100
AES580 Teterekelan: Perspektif Literasi
Ada tempat favorit yang jadi tempat main anak-anak di Semi Palar sepulang sekolah. Populer sekali terutama di anak-anak jenjang SD Kecil yang enerjinya meluap-luap dan semangat eksplorasinya sangat besar. Tempat ini ada di pojokan tempat parkir di depan dinding biru SMP, antara parkiran motor dan p…